Munculnya Kecerdasan Buatan Haruskan Jurnalis Lakukan Penyesuaian

Minggu, 16 April 2023 - 12:40 WIB
Ketua DPP Partai Perindo ini mengatakan, kehadiran platform-platform tersebut membuat jurnalis harus melakukan banyak penyesuaian. Karena sangat mungkin fenomena AI ini membawa sejumlah perubahan masif yang mengubah sistem tatanan lama menjadi sebuah sistem baru.

"Pekerjaan kita, dunia jurnalistik harus didesain ulang metodenya agar bisa bertahan. Semua tantangan pasti ada peluangnya," sambungnya.

Diakuinya, perkembanganteknologiAI di Indonesia perlu mendapat perhatian guna mengenali risiko, penyadaran akan risiko dan perencanaan penanggulangan dampak negatif ke depan.

Chris bahkan menilai pemerintah perlu merumuskan regulasi sebagai respons atas transformasi AI yang semakin massif, sekaligus menjadi pedoman bagi para jurnalis dan pemilik media.

"Regulasi di Indonesia masih minim ketimbang negara lainnya seperti Australia yang lebi dulu menerapkan regulasi terkait pemanfaatan AI.", tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris IWO Malang Raya, Dyah Arum Sari, S.S., M.Pd sebagai moderator mengungkapkan, penggunaan artificial intelligence untuk membantu kinerja jurnalistik memang tak terbantahkan. Dan jika tanpa kehati-hatian dalam pemanfaatannya berpotensi menjadi bumerang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!