4 Wilayah Jabodetabek yang Identik dengan Etnis Arab, Nomor Terakhir Destinasi Wisata Favorit
Jum'at, 31 Maret 2023 - 14:04 WIB
Awalnya Pekojan didominasi masyarakat India. Namun, karena kebijakan yang diimplementasikan pemerintah Belanda kala itu, masyarakat etnis Arab kemudian mendominasi dan menjadi mayoritas. Pekojan ditetapkan menjadi Kampung Arab oleh pemerintah kolonial karena banyak menampung imigran asal Yaman Selatan.
2. Condet, Jakarta Timur
Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur juga dihuni banyak etnis Arab. Wilayah Condet sebenarnya pernah ditunjuk sebagai kawasan cagar budaya masyarakat Betawi. Namun, tidak berjalan karena banyaknya warga pendatang sehingga jumlah masyarakat Betawi semakin berkurang.
Meskipun didominasi orang Betawi pada tahun 1970-an, Condet kedatangan banyak warga keturunan Arab pada tahun 1980-an. Sebagian besar warga keturunan Arab itu berdagang dengan membawa bibit parfum. Alhasil, Condet dikenal sebagai kawasan penjual minyak wangi.
3. Krukut, Jakarta Barat
Kelurahan Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat juga banyak dihuni etnis Arab. Nama Krukut berasal dari kata “Krokot” yang berarti sebuah sindiran kepada etnis Arab yang berdatangan. Warga setempat menilai warga keturunan Arab sangat hemat dan cenderung pelit. Kata Krokot kemudian sedikit diubah menjadi Krukut agar tidak ada pihak yang tersinggung.
2. Condet, Jakarta Timur
Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur juga dihuni banyak etnis Arab. Wilayah Condet sebenarnya pernah ditunjuk sebagai kawasan cagar budaya masyarakat Betawi. Namun, tidak berjalan karena banyaknya warga pendatang sehingga jumlah masyarakat Betawi semakin berkurang.
Meskipun didominasi orang Betawi pada tahun 1970-an, Condet kedatangan banyak warga keturunan Arab pada tahun 1980-an. Sebagian besar warga keturunan Arab itu berdagang dengan membawa bibit parfum. Alhasil, Condet dikenal sebagai kawasan penjual minyak wangi.
3. Krukut, Jakarta Barat
Kelurahan Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat juga banyak dihuni etnis Arab. Nama Krukut berasal dari kata “Krokot” yang berarti sebuah sindiran kepada etnis Arab yang berdatangan. Warga setempat menilai warga keturunan Arab sangat hemat dan cenderung pelit. Kata Krokot kemudian sedikit diubah menjadi Krukut agar tidak ada pihak yang tersinggung.
Lihat Juga :