Tingkatkan Kualitas, UNY Tambah 2 Guru Besar Bidang Seni dan Jasmani
Sabtu, 18 Juli 2020 - 13:54 WIB
“Namun yang perlu ditegaskan dalam pemaknaan identitas selalu berada dalam bingkai format proses menjadi, sehingga selalu memerlukan pengupayaan terus-menerus tiada henti.” paparnya.
Menurut Kasiyan, dalam rangka proses pengupayaan identitas pertemuan dengan entitas identitas-identias lain, di era global tidak bisa dihindari. Karenanya pertemuan dengan kebudayaan asing harusnya bukan menghilangkan eksistensi dan identitas seni maupun kultural keindonesiaan, melainkan justru lebih memperkaya.
“Tinggal bagaimana bangsa ini mampu manjing sakjroing kahanan,” jelasnya. (Baca juga: Siapkan Rp2,599 T, Kemenag Keluarkan Juknis Bantuan Operasional Ponpes )
Sedangkan Prof.Sumaryanti dalam pidato pengukuhannya yang berjudul Latihan Fisik Untuk Stimulasi Kinerja Otak Anak Disabilitas Intelektual menyoroti tentang pembelajaran pendidikan jasmani adaptif, khususnya untuk disabilitas intelektual belum optimal dan belum digarap secara konseptual untuk mengoptimalisasi fungsi otak.
“Padahal, dengan mengembangkan otak anak disabilitas intelektual dapat meningkatkan kinerja otak maupun kebugaran jasmani dan kesehatan secara umum. Sebab, otak sebagai pengatur fungsi fisik dan emosi dengan stimulasi yang terprogram dapat meningkatkan fungsi kognitif maupun emosi,” terangnya.
Menurut Kasiyan, dalam rangka proses pengupayaan identitas pertemuan dengan entitas identitas-identias lain, di era global tidak bisa dihindari. Karenanya pertemuan dengan kebudayaan asing harusnya bukan menghilangkan eksistensi dan identitas seni maupun kultural keindonesiaan, melainkan justru lebih memperkaya.
“Tinggal bagaimana bangsa ini mampu manjing sakjroing kahanan,” jelasnya. (Baca juga: Siapkan Rp2,599 T, Kemenag Keluarkan Juknis Bantuan Operasional Ponpes )
Sedangkan Prof.Sumaryanti dalam pidato pengukuhannya yang berjudul Latihan Fisik Untuk Stimulasi Kinerja Otak Anak Disabilitas Intelektual menyoroti tentang pembelajaran pendidikan jasmani adaptif, khususnya untuk disabilitas intelektual belum optimal dan belum digarap secara konseptual untuk mengoptimalisasi fungsi otak.
“Padahal, dengan mengembangkan otak anak disabilitas intelektual dapat meningkatkan kinerja otak maupun kebugaran jasmani dan kesehatan secara umum. Sebab, otak sebagai pengatur fungsi fisik dan emosi dengan stimulasi yang terprogram dapat meningkatkan fungsi kognitif maupun emosi,” terangnya.
Lihat Juga :