51 Kasus Difteri Ditemukan di Jatim, Khofifah Instruksi Dinkes Lakukan Koordinasi Intensif
Rabu, 15 Maret 2023 - 11:59 WIB
Antara lain melakukan penyelidikan epidemiologi kasus difteri, melaksanakan Outbreak Respon Immunization (ORI) di wilayah yang terdampak kasus difteri serta menyiapkan logistik berupa vaksin difteri dan anti difteri serum.
Khofifah mengimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) PD3I seperti difteri, polio, campak dan rubela. Kewaspadaan tersebut dilakukan dengan senantiasa menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta melengkapi imunisasi pada anak.
"Beberapa wilayah di Indonesia terjadi peningkatan KLB PD3I, khususnya penyakit campak dan difteri," ujarnya. Baca juga: 5 Penyakit Serius yang Bisa Berubah Jadi Fatal Bagi Perempuan
Sementara itu, Kepala Dinkes Jatim, Dr. Erwin Astha Triyono menjelaskan, penyakit difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae dan menular melalui droplet. Jika seseorang tidak sengaja menghirup atau menelan percikan air ludah orang lain yang terpapar difteri, maka berpotensi tertular.
Khofifah mengimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) PD3I seperti difteri, polio, campak dan rubela. Kewaspadaan tersebut dilakukan dengan senantiasa menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta melengkapi imunisasi pada anak.
"Beberapa wilayah di Indonesia terjadi peningkatan KLB PD3I, khususnya penyakit campak dan difteri," ujarnya. Baca juga: 5 Penyakit Serius yang Bisa Berubah Jadi Fatal Bagi Perempuan
Sementara itu, Kepala Dinkes Jatim, Dr. Erwin Astha Triyono menjelaskan, penyakit difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae dan menular melalui droplet. Jika seseorang tidak sengaja menghirup atau menelan percikan air ludah orang lain yang terpapar difteri, maka berpotensi tertular.
Lihat Juga :