Hadiri Pelantikan Pemuda Perindo Sumut, TGB: Kami Melawan Politik Identitas
Selasa, 14 Maret 2023 - 19:37 WIB
Ketua Harian DPP Partai Perindo Dr. TGB Muhammad Zainul Majdi saat menghadiri pelantikan DPW Pemuda Perindo Sumut, Selasa (14/3/2023). Foto: MPI/Wahyudi Aulia Siregar
MEDAN - Ketua Harian DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Dr. TGB Muhammad Zainul Majdi , menegaskan sikap Partai Perindo yang menolak penyalahgunaan politik identitas pada Pemilu 2024 mendatang.
Ketegasan itu disampaikan TGB di depan ratusan kader dan pengurus Pemuda Perindo Sumatera Utara yang baru dilantik di Le Polonia Hotel, Jalan Sudirman, Kota Medan, Selasa (14/3/2023).
TGB mengatakan, menang di Pemilihan Umum Legislatif 2024 mendatang memang penting. Utamanya untuk eksistensi partai politik yang dihitung dari perolehan elektoralnya.
Baca juga: TGB Silaturahmi ke Pesantren Ulumul Quran, Ini Pesan yang Disampaikan
Namun keutuhan, kebhinekaan dan persatuan sebagai bangsa, bagi Partai Perindo lebih penting dari sekedar kemenangan.
"Oleh karena itu tidak boleh ada satupun perilaku politik kita yang tidak sesuai dengan persatuan bangsa. Politik identitas yang menganggap satu kelompok lebih baik dari yang lain. Membatasi kebenaran hanya milik satu kelompok-kelompok identitas tertentu maka kita dengan tegas menolaknya," kata Mantan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat itu.
Ketegasan itu disampaikan TGB di depan ratusan kader dan pengurus Pemuda Perindo Sumatera Utara yang baru dilantik di Le Polonia Hotel, Jalan Sudirman, Kota Medan, Selasa (14/3/2023).
TGB mengatakan, menang di Pemilihan Umum Legislatif 2024 mendatang memang penting. Utamanya untuk eksistensi partai politik yang dihitung dari perolehan elektoralnya.
Baca juga: TGB Silaturahmi ke Pesantren Ulumul Quran, Ini Pesan yang Disampaikan
Namun keutuhan, kebhinekaan dan persatuan sebagai bangsa, bagi Partai Perindo lebih penting dari sekedar kemenangan.
"Oleh karena itu tidak boleh ada satupun perilaku politik kita yang tidak sesuai dengan persatuan bangsa. Politik identitas yang menganggap satu kelompok lebih baik dari yang lain. Membatasi kebenaran hanya milik satu kelompok-kelompok identitas tertentu maka kita dengan tegas menolaknya," kata Mantan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat itu.
Lihat Juga :