Kisah Petani Bunga di Bandung Jadi Komandan Pertama Cikal Bakal Kopassus

Kamis, 09 Maret 2023 - 14:35 WIB
Di London Inggris, Sersan Visser melayani mobilitas Ratu Wilhelmina (Ratu Belanda) di pengungsian. “Dia (Visser) pernah menjadi sopir Ratu Wilhelmina dalam pengungsian di London,” demikian dikutip dari buku Legenda Pasukan Komando (2017).

Setelah memperoleh pendidikan komando di Inggris, Visser resmi bergabung dengan KL (Koninklijke Leger) atau tentara Kerajaan Belanda. Rekam jejaknya sebagai pasukan tempur lumayan panjang.

Ia pernah terlibat pertempuran hebat saat Sekutu membebaskan Belanda dari pendudukan Jerman. Visser ambil bagian dalam operasi Market Garden, yakni operasi terjun payung terbesar.

Usai mendapat latihan perwira terjun payung di India, Visser disiapkan untuk melawan pasukan Jepang pada pertengahan 1945. Namun Jepang keburu menyerah saat bom atom meleburkan Hiroshima dan Nagasaki.

Seusai perang, Visser dikirim ke Indonesia. Dengan pangkat kapten ia memimpin sekolah pendidikan terjun payung KNIL di Cimahi. Pasukan payung (paratroop) dengan baret merah merupakan tentara elite KNIL.

Sejak awal Visser menyukai Indonesia. Meski istrinya menolak dan memilih cerai, Visser tetap memutuskan tinggal di Indonesia. Di Indonesia dia terus memimpin pasukan terjun payung hingga penyerahan kedaulatan Indonesia akhir 1949. Ia juga pernah melatih kesatuan tempur intelijen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!