Penyakit LSD Melonjak Jadi 302 Kasus, Pasar Hewan di Gunungkidul Sepi

Kamis, 09 Maret 2023 - 12:53 WIB
Tampak kondisi pasar hewan yang sepi. (Ist)
GUNUNGKIDUL - Jumlah hewan ternak di Gunungkidul yang terjangkit Lumpy Skin Disease (LSD) mengalami lonjakan signifikan. Seluruh kasus tersebut menimpa sapi yang dipelihara warga

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul Wibawanti Wulandari mengunhkapkan hingga 5 Maret 2023 kemarin pihaknya mencatat 302 kasus LSD. 302 kasus ini tersebar di 14 kapanewon di mana tiga diantaranya mati.



"Sampai saat ini, kapanewon yang masih bebas LSD adalah Saptosari, Paliyan, Tepus, Tanjungsari," kata dia, Kamis (9/3/2023).

Wibawanti juga mengimbau peternak untuk tidak menjual atau membeli sapi dengan gejala LSD. Mereka disarankan untuk diobati terlebih dahulu hingga benar-benar sehat.

Dikatakan, LSD berasal dari virus yang bisa menyebar lewat nyamuk hingga lalat. Dia mewanti-wanti kepada peternak untuk menjaga kebersihan kandang menjadi hal paling penting. "Sekarang kebersihan kandang harus benar-benar diperhatikan," ujarnya.

Pihaknya saat ini juga meningkatkan antisipasi penyebaran LSD di semua pasar hewan. Seluruh hewan yang hendak masuk pasar diperiksa ketat untuk memastikan kesehatannya. Mereka akan melarang ternak yang terjangkit LSD untuk masuk ke pasar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!