Ketua RW Kalibaru Kecewa Wilayahnya Disebut Miskin Ekstrem, Data BPS Diuji
Kamis, 16 Februari 2023 - 18:07 WIB
Ketua RW 15 Kalibaru Slamet juga mengaku kecewa dan membenarkan bahwa pihaknya menerima data yang mengidentifikasikan masyarakat miskin ekstrem. Namun, pihaknya keberatan jika warganya dikategorikan kelompok miskin ekstrem.
“Ya sudah kita validasi, klarifikasi bagaimana sebetulnya. Memang betul di Kalibaru ada sekitar 8 RW yang kumuh, RW 1, RW 4, RW 6, RW 7, RW 10, RW 12, RW 13, dan RW 15. Yang kumuh banget di RW 4,” kata Slamet.
Eksekutif Direktur Peduli Jakarta Melny Nova Katuuk atau akrab disapa Nova menuturkan dari hasil verifikasi di 25 KK, terdapat 23 KK yang memiliki pengeluaran di atas Rp1 juta per bulan. Angka tersebut jauh dari kategori miskin ekstrem yang disampaikan BPS DKI beberapa waktu lalu yakni dengan pengeluaran Rp11.633 per hari.
"Bahkan, ada 1 KK yang dikategorikan miskin ekstrem ternyata berpenghasilan Rp300 ribu per hari dan tinggal di rumah dua lantai. Memang dari hasil pendataan di 25 KK tersebut hampir semua adalah buruh dan nelayan. Jadi warga ini tidak memiliki penghasilan tetap," ujar Nova.
Berdasarkan hasil pengambilan data dan wawancara, mereka mampu membiayai kebutuhan sehari-hari seperti biaya listrik dan makan. Bahkan, ada 3 KK yang mampu berlangganan WiFi sebesar Rp250.000/bulan atau setidaknya mampu membeli pulsa telepon genggam.
Dari hasil verifikasi data, pihaknya menemukan sebagian warga memiliki sepeda motor dan kebanyakan warga mengonsumsi air mineral isi ulang dengan biaya Rp6.000/tiga hari sekali.
“Ya sudah kita validasi, klarifikasi bagaimana sebetulnya. Memang betul di Kalibaru ada sekitar 8 RW yang kumuh, RW 1, RW 4, RW 6, RW 7, RW 10, RW 12, RW 13, dan RW 15. Yang kumuh banget di RW 4,” kata Slamet.
Eksekutif Direktur Peduli Jakarta Melny Nova Katuuk atau akrab disapa Nova menuturkan dari hasil verifikasi di 25 KK, terdapat 23 KK yang memiliki pengeluaran di atas Rp1 juta per bulan. Angka tersebut jauh dari kategori miskin ekstrem yang disampaikan BPS DKI beberapa waktu lalu yakni dengan pengeluaran Rp11.633 per hari.
"Bahkan, ada 1 KK yang dikategorikan miskin ekstrem ternyata berpenghasilan Rp300 ribu per hari dan tinggal di rumah dua lantai. Memang dari hasil pendataan di 25 KK tersebut hampir semua adalah buruh dan nelayan. Jadi warga ini tidak memiliki penghasilan tetap," ujar Nova.
Berdasarkan hasil pengambilan data dan wawancara, mereka mampu membiayai kebutuhan sehari-hari seperti biaya listrik dan makan. Bahkan, ada 3 KK yang mampu berlangganan WiFi sebesar Rp250.000/bulan atau setidaknya mampu membeli pulsa telepon genggam.
Dari hasil verifikasi data, pihaknya menemukan sebagian warga memiliki sepeda motor dan kebanyakan warga mengonsumsi air mineral isi ulang dengan biaya Rp6.000/tiga hari sekali.
Lihat Juga :