15 Pesawat CN 295 Siap Bawa Warga Keliling Medan

Jum'at, 08 Mei 2015 - 09:06 WIB
15 Pesawat CN 295 Siap...
15 Pesawat CN 295 Siap Bawa Warga Keliling Medan
A A A
MEDAN - Pembukaan Medan Air Show 2015 dihadiri ratusan warga Medan, kemarin. Warga terlihat antusias menyaksikan sejumlah atraksi menarik yang disuguhkan di langit eks Bandara Polonia Medan.

Pembukaan ditandai dengan atraksi penerjun payung yang melakukan terjun bebas dari pesawat dan mendarat tepat di sekitar tempat digelar Medan Air show. Sebagian dari penerjun itu merupakan perempuan. Ada juga atraksi pesawat aero sport yang sangat menghibur. “Kami tidak tahu kapan ini terjadi, tapi sebelum terjadi ya harus diantisipasi,” katanya. Terpisah, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut, Kusnadi mengatakan, Kota Medan saat ini belum mengalami pemanasan global ekstrem.

Namun, apabila Pemerintah Kota (Pemko) Medan membiarkan isu-isu lingkungan, maka tidak tertutup kemungkinan Kota Medan mengalaminya lebih cepat. Artinya, Kota Medan akan benar-benar terasa sangat panas. Solusinya, menurut dia, selain menambah RTH, Pemko Medan harus berani membatasi jumlah kendaraan dan mulai menyediakan transportasi massal. Karena peningkatan volume kendaraan merupakan salah satu pemicu utama meningkatnya polusi udara.

Apalagi sistem transportasi di Medan belum tertata dengan baik. “Solusi yang harus diambil adalah segerakan penyediaan angkutan massal dan batasi kendaraan yang beroperasi di Kota Medan. Kalau tidak, kota ini akan dipenuhi dengan polusi dan kemacetan akan semakin parah. Selain itu, fungsi RTH harus dikembalikan dan ruang untuk publik ditambah,” katanya.

Dia menilai, program Medan Berhias sebenarnya bisa menjadi salah satu solusi menambah RTH. Namun, program itu harus dibarengi dengan pergerakan nyata melalui penanaman pohon, termasuk membangun prilaku masyarakat yang mendorong meminimalisasi pemanasan global. Sementara pengamat kesehatan, dr Umar Zein menjelaskan, banyak dampak kesehatan akan terjadi jika pemanasan global ekstrem melanda Medan.

Sebab suhu panas tinggi akan menyebabkan kekeringan dan debu-debu yang dihasilkan di jalanan semakin tinggi. Hal ini yang terkena imbas langsung tentu pekerja di jalanan, seperti pengemudi angkutan umum, petugas kebersihan, penarik becak, dan pekerja bangunan.

“Polusi udara yang dihasilkan akibat suhu panas tinggi akan tidak baik. Apabila polusi udara tidak baik, banyak dampak kesehatan mempengaruhi tubuh manusia. Di antaranya iritasi mata dan infeksi saluran pernafasan. Selain itu, kita juga bisa mengalami dehidrasi,” tandasnya.

Eko agustyo fb
(ars)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu...
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu Sumatera Utara
Berita Terkini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
14 menit yang lalu
Kadis Pertanian Merauke:...
Kadis Pertanian Merauke: CSR dan Optimasi Lahan Berhasil Tingkatkan Produksi dan Stabilkan Harga Beras
1 jam yang lalu
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
8 jam yang lalu
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
8 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
9 jam yang lalu
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
10 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved