Kami Hanya Ingin Mendapat Perlakuan Sama

Kamis, 07 Mei 2015 - 10:27 WIB
Kami Hanya Ingin Mendapat...
Kami Hanya Ingin Mendapat Perlakuan Sama
A A A
SEMARANG - Menjalani hidup sebagai minoritas memang tidak mudah. Untuk memperoleh eksistensi, mereka harus berjuang keras dan siap menghadapi berbagai macam benturan dalam hidup, termasuk stigma negatif masyarakat.

Itulah yang dirasakan anggota Komunitas Perkumpulan Waria Semarang (Perwaris). Selama ini mereka terus berjuang melawan stigma negatif masyarakat terhadap waria. “Stigma negatif masyarakat terhadap waria sudah terjadi sejak zaman batu. Sampai sekarang pun masih banyak masyarakat yang memandang kami sebelah mata,” kata Ketua Komunitas Perwaris Silvy Yudi Mutiari kepada KORAN SINDO kemarin.

Hal itulah yang menjadi salah satu alasan didirikannya komunitas Perwaris di Kota Semarang, 2 Mei 2008. Dengan begitu, anggota Perwaris dapat bersatu berjuang mendapatkan pengakuan dari masyarakat. “Yang selama ini kami perjuangkan adalah pengakuan dari masyarakat bahwa kami waria adalah bagian dari mereka. Untuk itu, kami memiliki hak dan kewajiban yang sama dan kami tidak ingin diistime wakan oleh masyarakat seperti yang terjadi selama ini,” kata waria kelahiran Semarang, 16 Agustus 1980 ini.

Menjadi seorang waria bukanlah pilihan. Dari 130 anggota Perwaris, alasan menjadi waria karena bentuk ekspresi dari mereka. “Kami tidak pernah memilih untuk jadi seperti ini, ini adalah ekspresi kami yang merasa bahwa jiwa kami terperangkap dalam fisik yang salah,” ujar Silvy. Sayangnya, hal itu tidak dapat diterima oleh masyarakat. Mereka menganggap bahwa jalan hidup yang dijalani kaum waria saat ini salah.

“Untuk itu, keberadaan komunitas Perwaris ini juga sebagai media untuk meluruskan anggapan masyarakat itu. Pada kenyataannya inilah jalan hidup kami. Yang kami inginkan adalah marilah bersama-sama saling menghargai keberagaman dan perbedaan,” tandasnya.

Selain menjadi tempat berjuang bareng kaum waria memperoleh pengakuan, komunitas Perwaris juga selalu menjadi tempat bagi anggotanya menghadapi berbagai masalah. Di komunitas itu pula berbagai kegiatan untuk perlindungan dan pendampingan waria dilakukan.

“Kami rutin melakukan penyuluhan dan pendampingan kepada waria yang mengidap penyakit HIV/AIDS serta selalu melakukan pemeriksaan rutin tentang HIV/AIDS. Selain itu, kami juga melakukan berbagai kegiatan untuk mendorong bakat minat anggota seperti pelatihan keyboard, pelatihan bahasa asing, pelatihan menari, salon, dan sebagainya. Diharapkan dengan pelatihan-pelatihan itu anggota dapat mandiri dalam ekonomi,” papar Silvy.

Pembina komunitas Perwaris Semarang Vivi Hariyudha mengatakan, selama ini waria selalu dipandang sebelah mata. Untuk itu, dia selalu berpesan kepada teman-teman anggota Perwaris agar melakukan berbagai hal positif untuk mengubah stigma negatif itu.

“Saya selalu mengingatkan agar mereka terus berkarya dengan kemampuan dan potensi masing-masing. Buktikan bahwa waria juga dapat berprestasi. Sehingga nantinya stigma negatif masyarakat dapat terkikis dan menghilangkan diskriminasi yang selama ini terjadi,” ucapnya.

Andika Prabowo
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
1 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
1 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
2 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
2 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
4 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
5 jam yang lalu
Infografis
Trump Ingin Jadi Paus...
Trump Ingin Jadi Paus Berikutnya, Pimpin Gereja Katolik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved