Taman Sri Deli Tak Berfungsi

Senin, 04 Mei 2015 - 13:02 WIB
Taman Sri Deli Tak Berfungsi
Taman Sri Deli Tak Berfungsi
A A A
MEDAN - Usai direnovasi dengan anggaran senilai Rp9 miliar lebih, Taman Sri Deli Jalan Masjid Raya Medan, ternyata belum bisa diakses warga. Padahal, aktivitas pembangunan di lokasi itu sudah tidak ada.

Pantauan KORAN SINDO MEDAN, taman yang terdapat kolam berbentuk trapesium di tengah-tengahnya itu hanya bisa dilihat dari luar tembok. Sebab, pagarnya masih terkunci dan tidak ada akses masuk ke dalamnya. Diketahui, sebelum direnovasi, taman tersebut kerap dijadikan arena bermain dan tempat rekreasi warga Medan.

Rajali, warga Jalan Puri, Kelurahan Kota Matsum, mengatakan, sejak Taman Sri Deli ditutupuntukdirehabilitasipada pertengahan 2014, masyarakat hingga kini belum bisa mengaksesnya. Tidak ada pemberitahuan mengapa masih belum bisa dimanfaatkan meskipun sudah tidak terlihat lagi aktivitas renovasi taman. “Enggaktahu juga kenapa belum dibuka. Padahal biasanya ramai warga ke sini soresore,” kata Rajali.

Dia pun mengaku menyesalkan Taman Sri Deli yang menjadi kebanggaan warga Medan belum bisa dimanfaatkan dengan baik. Apalagi jika dilihat secara kasatmata, renovasi yang telah dilakukan pemerintah tidak terlalu nampak perubahannya. “Sama saja, enggak ada perubahan. Mungkin karena masih dilihat dari luar,” ucapnya.

Taufik, warga dari Kuala Simpang, Aceh, yang sedang berkunjung ke Masjid Raya bersama keluarga, mengatakan, hanya bisa mengabadikan foto dari luar pagar Taman Sri Deli. Padahal, mereka sangat tertarik bisa masuk ke dalam. Sebab, lokasi taman yang memiliki kolam besar tersebut sudah dikenal masyarakat Aceh sebagai peninggalan sejarah.

“Sayang sekali enggak bisa masuk, cuma bisa makan rujak saja di sini sama foto-foto dari luar,” ujarnya. Sementara anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Demokrat, Anton Panggabean, menyayangkan Taman Sri Deli belum bisa dimanfaatkan publik padahal sudah selesai direnovasi. Taman yang merupakan sisa peninggalan Kesultanan Melayu itu selama ini sangat ramai dikunjungi sebagai wisata kota yang murah dan dekat dari pemukiman warga.

“Harusnya jika memang sudah selesai pembangunannya, segera serah terimakan ke pengelola agar bisa dibuka untuk umum,” kata Anton. Anton berjanji akan mencari tahu sejauh mana sudah pengerjaan renovasi dan rehabilitasi taman yang sudah menjadi situs wisata Kota Medan dan tercantum dalam UU Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010 itu. Sebab, anggaran yang dipakai cukup besar dan seharusnya masyarakat sudah bisa merasakan manfaatnya.

M rinaldi khair
(bbg)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
19 menit yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
3 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
4 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
6 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
7 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
7 jam yang lalu
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved