Anak-anak Rentan Kena DBD, DKI Bentuk Jumantik Cilik
Jum'at, 24 April 2015 - 09:43 WIB
Anak-anak Rentan Kena DBD, DKI Bentuk Jumantik Cilik
A
A
A
JAKARTA - Rentannya anak-anak usia usia antara 7-12 tahun terkena Demam Berdarah Dengue (DBD) membuat Pemprov DKI Jakarta membentuk jumantik cilik. Pembentukan jmantik cilik ini bekerja sama dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI).
Wakil Ketua IAKMI Husein Habsyi mengatakan, tahun ini pihaknya membentuk 220 jumantik cilik yang tersebar di 50 sekolah di Jakarta Selatan dan 5 sekolah di Depok. "Kita sengaja mebentuk jumantik cilik karena anak-anak usia sekolah sangat rentan terserang DBD," kata Husein dalam acara Jumantik Cilik di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis 23 April kemarin.
Menurut Husein, dengan dilibatkannya anak-anak ini tentunya akan memberi pemahaman kepada anak-anak tersebut untuk menjaga kebersihan di rumah, sekolah dan lingkungan sekitar mereka. "Jumantik cilik ini bisa dilibatkan untuk memberantas jentik nyamuk di sekolah dan di rumah,” ucapnya.
IAKMI bersama Pemprov DKI, lanjut Husein akan terus menambah jumlah jumantik cilik tak hanya di Jakarta, tetapi juga di Depok, Bekasi dan Tangerang. "Total kita sudah memiliki 420 jumantik cilik dari 105 SD," ujarnya.
Wakil Ketua IAKMI Husein Habsyi mengatakan, tahun ini pihaknya membentuk 220 jumantik cilik yang tersebar di 50 sekolah di Jakarta Selatan dan 5 sekolah di Depok. "Kita sengaja mebentuk jumantik cilik karena anak-anak usia sekolah sangat rentan terserang DBD," kata Husein dalam acara Jumantik Cilik di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis 23 April kemarin.
Menurut Husein, dengan dilibatkannya anak-anak ini tentunya akan memberi pemahaman kepada anak-anak tersebut untuk menjaga kebersihan di rumah, sekolah dan lingkungan sekitar mereka. "Jumantik cilik ini bisa dilibatkan untuk memberantas jentik nyamuk di sekolah dan di rumah,” ucapnya.
IAKMI bersama Pemprov DKI, lanjut Husein akan terus menambah jumlah jumantik cilik tak hanya di Jakarta, tetapi juga di Depok, Bekasi dan Tangerang. "Total kita sudah memiliki 420 jumantik cilik dari 105 SD," ujarnya.
(whb)