Ungkap Kebocoran UN, 5 Pelajar SMAN 3 Yogya Dapat Penghargaan
Rabu, 22 April 2015 - 14:41 WIB
Ungkap Kebocoran UN, 5 Pelajar SMAN 3 Yogya Dapat Penghargaan
A
A
A
YOGYAKARTA - Karena keberaniannya mengungkap kebocoran soal Ujian Nasional (UN), lima siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta mendapat penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Keberanian dan kejujuran inilah yang membuat mereka mendapat perhargaan dari KPK,” kata angggota KPK Pauline Arifin, kepada wartawan, Rabu (22/4/2015).
Penghargaan itu ditandai dengan pemberian PIN dari KPK bertuliskan ‘Berani Jujur Hebat!’. Selain itu, KPK juga memberikan cinderamata kepada pihak sekolah yang telah mendidik para siswanya untuk berani menyuarakan kejujuran.
Dia mengapresiasi tindakan para siswa yang berbuat jujur, meski bisa berbuat curang dengan mendapat bocoran soal. Untuk itu, segenap pimpinan KPK mengapresiasi tindakan itu hingga memberi penghargaan.
“Kejujuran dan keberanian para siswa ini merupakan nilai dasar untuk antikorupsi yang patut ditiru dan dihargai,” ujarnya.
Sementara para siswa mengaku senang dengan mendapat penghargaan dari KPK. Mereka tidak menyangka mendapat penghargaan, karena hanya menyuarakan keadilan untuk teman-temannya yang tengah menempuh ujian.
“Enggak nyangka saja,” kata salah seorang siswa yang meraih penghargaan, Muh Tsaqif Wismadi.
Dia mengaku, kebocoran UN hanya disampaikan pada pihak sekolah, dan memalui surat terbuka kepada Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Harapannya, hasil akhir dari UN tidak dijadikan referensi masuk perguruan tinggi negeri.
“Keberanian dan kejujuran inilah yang membuat mereka mendapat perhargaan dari KPK,” kata angggota KPK Pauline Arifin, kepada wartawan, Rabu (22/4/2015).
Penghargaan itu ditandai dengan pemberian PIN dari KPK bertuliskan ‘Berani Jujur Hebat!’. Selain itu, KPK juga memberikan cinderamata kepada pihak sekolah yang telah mendidik para siswanya untuk berani menyuarakan kejujuran.
Dia mengapresiasi tindakan para siswa yang berbuat jujur, meski bisa berbuat curang dengan mendapat bocoran soal. Untuk itu, segenap pimpinan KPK mengapresiasi tindakan itu hingga memberi penghargaan.
“Kejujuran dan keberanian para siswa ini merupakan nilai dasar untuk antikorupsi yang patut ditiru dan dihargai,” ujarnya.
Sementara para siswa mengaku senang dengan mendapat penghargaan dari KPK. Mereka tidak menyangka mendapat penghargaan, karena hanya menyuarakan keadilan untuk teman-temannya yang tengah menempuh ujian.
“Enggak nyangka saja,” kata salah seorang siswa yang meraih penghargaan, Muh Tsaqif Wismadi.
Dia mengaku, kebocoran UN hanya disampaikan pada pihak sekolah, dan memalui surat terbuka kepada Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Harapannya, hasil akhir dari UN tidak dijadikan referensi masuk perguruan tinggi negeri.
(san)