BEM Se-Jabar Dukung Pemerintah Kelola Blok Mahakam

Kamis, 16 April 2015 - 09:12 WIB
BEM Se-Jabar Dukung...
BEM Se-Jabar Dukung Pemerintah Kelola Blok Mahakam
A A A
INDRAMAYU - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabar mendukung langkah Pemerintah RI untuk mengembalikan pengelolaan minyak dan gas di Blok Mahakam, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur kepada negara.

Pernyataan ini muncul saat di gelar seminar kedaulatan energi nasional di aula Universitas Wiralodra Indramayu, kemarin. Seminar tersebut di hadiri perwakilan BEM se-Jabar, aka demisi dan praktisi energi nasional.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Indramayu Tri Johan mengatakan, seminar kedaulatan energi nasional yang digagas HMI cabang Indramayu dan serikat pekerja migas Indonesia ini merupakan bentuk kepedulian anak bangsa terhadap keberlangsungan energi nasional. “Harus ada dorongan yang kuat dari elemen masyarakat, bahwa pengelolaan energi dan migas harus dikembalikan kepada negara. Kita yakin, SDM nasional akan mampu mengelola migas di blok Mahakam,” ungkapnya.

Tri Johan juga menjelaskan, BEM se-Jabar memiliki pandangan yang sama soal pengelolaan energi nasional. Dia berharap dukungan nyata dari kalangan akademisi akan mampu men jawab tantangan global terkait pengelolaan sumber daya alam terutama di sektor migas.

Hal senada juga di ungkapkan Rektor Universitas Wira lodra Indramayu Ujang Suratno yang menilai pemerintah sudah layak mengelola migas di blok Mahakam. “Harus dimulai dari sekarang.Kurangi peran perusahaan asing dalam pengelolaan migas di tanah air. Kita harus yakin dengan kemampuan SDM di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, praktisi energi nasional Ugan Gandar menjelaskan, penolakan terhadap pengelaan asing di blok Mahakam sudah dilakukan sejak delapan tahun lalu. “Langkah penolakan dianggap sebagai upaya penyelamatan aset SDA migas yang ada di tanah air. Ini membutuhkan perjuangan bersama,” paparnya.

Ugan juga berpendapat, sharing profit atau bagi hasil dengan Pemprov Kalimantan Timur juga harus dilakukan. “Harus ada keberpihakan terhadap pemerintah daerah setempat. Itu tidak boleh diabaikan,” ujarnya.

Artinya jika PT Total serta Inpex yang mengelola blok Mahakam selama puluhan tahun mampu berkontribusi terhadap pemerintah daerah setempat, pemerintah pusat harus mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dibandingkan dua perusahaan asing tersebut.

Tomi indra
(ftr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
3 jam yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
5 jam yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
6 jam yang lalu
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
6 jam yang lalu
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
8 jam yang lalu
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
8 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved