200 Ribu Rumah Warga di Banten Masih Gelap
Jum'at, 10 April 2015 - 10:48 WIB
200 Ribu Rumah Warga di Banten Masih Gelap
A
A
A
SERANG - Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Banten mencatat sebanyak 200 ribu rumah di Banten belum teraliri listrik, terutama di wilayah Banten Selatan.
Menurut Kepala Distamben Eko Palmadi, masalah yang dialami sehingga banyak warga belum bisa menikmati listrik karena sulitnya akses ke daerah tersebut baik jaringan maupun insfrastruktur.
"Masih banyak wilayah di Banten belum teraliri listrik, lebih dari 200 ribu KK, tersebar di Banten Selatan, yaitu daerah Lebak dan Pandeglang, paling banyak disana," katanya.
Eko mengungkapkan, walupun banyak warga yang mengatasinya dengan menggunakan genset atau pembangkit listrik lainnya namun tetap saja belum mampu memenuhi kebutuhan listrik rumah warga.
Menurutnya, selain itu juga jika menggunakan genset membutuhkan biaya yang lebih besar untuk membuat pembangkit listrik baru.
"Kalo misal menggunakan genset biaya mahal, belum BBMnya, perawatannya dan lainnya, yang efisien memang menggunakan PLTS, problem PLTSnya ada pada pemeliharaannya karena sering warga kurang peduli," ungkapnya.
Jika warga menggunakan genset lanjutnya, hanya bisa menghasilkan sekitar 50 watt itu pun hanya mampu menghidupi tiga lampu yang besarannya 5 watt.
Selain wilayah Selatan Banten, Eko juga mengatakan masih ada rumah di wilayah Utara Banten yang belum teraliri listrik, seperti di Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang.
"Alasanya sama sulitnya akses jaringan menuju rumah warga," terangnya.
Pihak Distamben bekerja sama dengan PLN akan menargetkan, setiap tahunnya 25 ribu rumah bisa teraliri listrik sehingga jumlahnya semakin berkurang.
"Kita sih targetnya segitu, jadi bisa dikalikan 200 ribu rumah itu butuh berapa lama hingga teraliri semua, itupun kalo konstan. Kita sih coba naikan, tergantung PLNnya mampu nggak," pungkasnya.
Menurut Kepala Distamben Eko Palmadi, masalah yang dialami sehingga banyak warga belum bisa menikmati listrik karena sulitnya akses ke daerah tersebut baik jaringan maupun insfrastruktur.
"Masih banyak wilayah di Banten belum teraliri listrik, lebih dari 200 ribu KK, tersebar di Banten Selatan, yaitu daerah Lebak dan Pandeglang, paling banyak disana," katanya.
Eko mengungkapkan, walupun banyak warga yang mengatasinya dengan menggunakan genset atau pembangkit listrik lainnya namun tetap saja belum mampu memenuhi kebutuhan listrik rumah warga.
Menurutnya, selain itu juga jika menggunakan genset membutuhkan biaya yang lebih besar untuk membuat pembangkit listrik baru.
"Kalo misal menggunakan genset biaya mahal, belum BBMnya, perawatannya dan lainnya, yang efisien memang menggunakan PLTS, problem PLTSnya ada pada pemeliharaannya karena sering warga kurang peduli," ungkapnya.
Jika warga menggunakan genset lanjutnya, hanya bisa menghasilkan sekitar 50 watt itu pun hanya mampu menghidupi tiga lampu yang besarannya 5 watt.
Selain wilayah Selatan Banten, Eko juga mengatakan masih ada rumah di wilayah Utara Banten yang belum teraliri listrik, seperti di Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang.
"Alasanya sama sulitnya akses jaringan menuju rumah warga," terangnya.
Pihak Distamben bekerja sama dengan PLN akan menargetkan, setiap tahunnya 25 ribu rumah bisa teraliri listrik sehingga jumlahnya semakin berkurang.
"Kita sih targetnya segitu, jadi bisa dikalikan 200 ribu rumah itu butuh berapa lama hingga teraliri semua, itupun kalo konstan. Kita sih coba naikan, tergantung PLNnya mampu nggak," pungkasnya.
(nag)