Orang Tua Berperan Penting Cegah Anak Terlibat Tawuran Pelajar

Selasa, 07 April 2015 - 05:33 WIB
Orang Tua Berperan Penting...
Orang Tua Berperan Penting Cegah Anak Terlibat Tawuran Pelajar
A A A
JAKARTA - Tawuran yang terjadi di Tangerang hingga menyebabkan satu pelajar tewas di bacok itu sejatinya hal yang biasa. Sebab, tawuran itu sudah terjadi sejak dahulu. Hanya saja, saat ini tawuran di kalangan pelajar keraap menimbulkan korban jiwa.

Sosiolog dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Musni Umar mengatakan, sejatinya, aksi tawuran yang kerap terjadi di kalangan pelajar itu merupakan hal yang biasa. Pasalnya, tawuran itu sudah terjadi sejak dahulu. Hanya saja, pada zaman sekarang ini, aksi tawuran di kalangan remaja kerap menimbulkan korban.

"Saya sendiri prihatin dengan tawuran di Tangerang itu yang sampai memakan satu korban akibat penggunaan sajam dalam tawuran itu. Ada tiga hal yang harus diperhatikan, tiga faktor ini menjadi penyebab terjadinya tawuran," ujarnya saat dihubungi Sindonews, Senin (6/4/2015).

Pertama, kata Musni, faktor yang membuat para pelajar itu melakukan tawuran adalah lingkunganya. Jika saat di rumah dan di sekolah dia sering bergaul dengan orang-orang yang kerap melakukan tindakan agresif. Dia pun akan ikut melakukan tindakan yang agresif pula. (Baca: Tawuran, Pelajar Ini Sekarat dengan Pedang Menancap di Wajah)

"Apalagi kalau dia berada di kalangan orang yang sering berbuat agresif. Dia cenderung akan melakukan hal yang sama pula. Tidak terkecuali melakukan tindak destruktif yang merugikan dia ataupun orang lainnya. Dari situ, muncul anggapan tawuran itu hal yang biasa dilakukan," terangnya.

Kedua, tuturnya, dari segi psikologisnya. Anak yang masih duduk di bangku sekolah itu cenderung memiliki kepribadian yang labil. Saat dirinya mendapatkan pernyataan yang bersifat provokasi, dia cenderung meresponnya dengan sikap agresifnya pula.

"Di tempatnya bermain di kalangan sekolah, bisa saja dia itu di ledek oleh teman-temannya. Akibatnya, dia berusaha tampil heroik agar diakui teman-temannya dengan cara ikut tawuran. Padahal, mereka itu penakut, tapi untuk memberanikan dirinya, dia bawa senjata atau peralatan lainnya," tuturnya.

Ketiga, ucap Musni, para pelajar itu sejatinya tidak dapat mengontrol dirinya saat berada di tempat kerumunan, seperti tawuran. Saat tawuran pecah, mereka cenderung melakukan perbuatannya berdasarkan apa yang dilihatnya, bukan berdasarkan pemikirannya.

"Itu di sebut dengan teori kerumunan. Saat berkerumun tawuran, mereka tidak dapat mengontrol dirinya. Akibatnya, mereka pun melakukan kegiatan tawuran dengan tanpa disadarinya. Termasuk menggunakan peralatan yang di bawanya itu untuk melukai orang lain," jelasnya.

Maka itu, ungkap Musni, perlu adanya kerjasama antara orang tua siswa, pihak sekolah, pihak kepolisian, dan masyarakat untuk mengurangi adanya tindak tawuran tersebut. Seperti melakukan razia secara rutin yang dilakukan oleh pihak kepolisian di jalanan dengan mendatangi perkumpulan anak remaja yang sedang nongkrong di pinggiran jalan.

"Orang tua pun harus terus berkoordinasi dengan sekolah. Usai jam sekolah, ternyata anaknya belum sampai rumah, dia harus pantau anaknya di mana dan sedang apa nih, nih bisa sampai belum pulang," paparnya.

Musni pun menambahkan, selain itu, perlu adanya pengajaran akan kontrol diri pada diri siswa, sehingga, saat tawuran terjadi, siswa tersebut dapat berpikir kalau tindakan yang dilakukannya itu dapat membahayakan dia dan orang lainnya.
(ysw)
Berita Terkait
Gagal Tawuran, Pelajar...
Gagal Tawuran, Pelajar Ini Mewek Saat Dijemput Orang Tuanya di Kantor Polisi
Ditangkap Polisi, 25...
Ditangkap Polisi, 25 Pelajar di Bekasi Berlutut Minta Maaf kepada Orang Tua
Antisipasi Tawuran Pelajar...
Antisipasi Tawuran Pelajar dengan Pendidikan Karakter di Sekolah
Razia Pelaku Tawuran...
Razia Pelaku Tawuran Pelajar di Serang, Polisi Amankan Celurit hingga Samurai
Rekaman Tawuran Pelajar...
Rekaman Tawuran Pelajar SMP di Sukabumi Tersebar, Diduga Akan Dijadikan Konten Medsos
Tawuran di Bogor, 2...
Tawuran di Bogor, 2 Pelajar Terluka Kena Sabet
Berita Terkini
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
4 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
4 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
4 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
5 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
5 jam yang lalu
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
5 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 13...
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved