Pemkab Bantul Tak Sanggup Siapkan Tempat Relokasi Tambak Udang

Sabtu, 04 April 2015 - 03:05 WIB
Pemkab Bantul Tak Sanggup...
Pemkab Bantul Tak Sanggup Siapkan Tempat Relokasi Tambak Udang
A A A
BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengaku tidak memiliki cukup dana untuk membangun infrastruktur tambak udang di tempat relokasi tambak udang. Sebab, untuk membangun infrastruktur tersebut, dana yang dibutuhkan cukup besar.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul Edy Mahmud mengatakan, untuk membangun infrastruktur tambak, Pemkab harus merogoh dana sekitar Rp7 miliar. Dana yang dibutuhkan cukup besar karena infrastruktur yang dibutuhkan harus memenuhi berbagai persyaratan.

"Syaratnya banyak, terutama untuk pemenuhan izin operasional," ujarnya, Jumat (3/4/2015).

Edy mengatakan, persyaratan yang harus dipenuhi di antaranya adalah adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Tambak udang harus memiliki IPAL untuk bisa mendapatkan izin dari pemerintah setempat. Jika tidak ada IPAL,dikhawatirkan limbah-limbah dari tambak udang hanya dibuang begitu saja dan dapat mencemari lingkungan.

Pemkab juga harus membangun sarana sosial lainnya seperti jalan. Karena itu, dana yang dibutuhkan juga tidak sedikit. Padahal, di satu sisi, Pemkab memperkirakan mereka hanya mampu mengeluarkan dana sekitar Rp2 miliar. Sisanya mereka meminta bantuan Pemda DIY dan juga Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Rencananya, ada dua lokasi yang akan digunakan untuk relokasi tambak udang tersebut. Dua lokasi itu adalah Dusun Wonoroto dan Dusun Ngepet, Desa Srigading, Kecamatan Sanden. Dua lokasi tersebut semuanya menggunakan tanah milik Keraton Ngayogyakarto alias Sultan Ground (SG).

Pihak Keraton sudah mengamini dua dusun tersebut digunakan tempat relokasi tambak yang kini berada di daerah terlarang.

Kepala Sat Pol PP Bantul Hermawan Setiadji mengklaim sebagian besar petambak udang setuju untuk direlokasi. Saat ini pihaknya tengah melakukan sosialisasi ke pengusaha tambak tentang kebijakan lanjutan penutupan tambak-tambak udang di kawasan pantai selatan Bantul tersebut. "Kami melakukan pendekatan persuasif," ujarnya.
(zik)
Berita Terkait
Chevron Kolaborasi Tingkatkan...
Chevron Kolaborasi Tingkatkan Produktivitas Petambak Udang di Berau
Dongkrak Ekspor Udang...
Dongkrak Ekspor Udang Indonesia lewat Modernisasi Tambak
Wow! Pengembangan Tambak...
Wow! Pengembangan Tambak Udang Vaname Manfaatkan Satelit Amerika
Danrem 011 Lilawangsa...
Danrem 011 Lilawangsa Panen Udang Vaname Usaha Mandiri
Bupati Jembrana Ikut...
Bupati Jembrana Ikut Panen Udang Vaname Teknologi Hyper Density di Situbondo
Nelayan Lampung Timur...
Nelayan Lampung Timur Belajar Pengelolaan Tambak Udang Ramah Lingkungan
Berita Terkini
Libur Sekolah Lebih...
Libur Sekolah Lebih Pengaruhi Order Online daripada Komisi 8 Persen
3 jam yang lalu
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
4 jam yang lalu
Polda Riau Bongkar Sawmill...
Polda Riau Bongkar Sawmill Illegal di Kampar, Sita Ratusan Batang Kayu Hasil Illegal Logging
5 jam yang lalu
Kepala BSKDN Kemendagri...
Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
6 jam yang lalu
FKGI Dukung Arah Kebijakan...
FKGI Dukung Arah Kebijakan Kemenhut, Infrastruktur Diminta Lindungi Koridor Gajah
7 jam yang lalu
Pria Tewas di Kamar...
Pria Tewas di Kamar Hotel Mewah Kuningan Jaksel, Ada Luka Tembak
7 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved