Eks IKIP Jangan Tinggalkan Kompetensi Dasar

Selasa, 31 Maret 2015 - 09:49 WIB
Eks IKIP Jangan Tinggalkan...
Eks IKIP Jangan Tinggalkan Kompetensi Dasar
A A A
Ketua Dewan perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman meminta Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) yang bertransformasi menjadi universitas, tidak meninggalkan kompetensi dasarnya sebagai pencetak calon guru.

Kendati membuka program studi keilmuan lain, eks IKIP harus tetap menjaga kualitas dan meningkatkan kompetensi untuk menghasilkan calon guru yang memiliki kualifikasi. Menurutnya, bidang keilmuan yang sudah dikuasai tersebut harus tetap dijaga dan dikembangkan.

“Yang ingin saya katakan sungguh akan menjadi ironi jika lembaga pendidikan tinggi keguruan dan ilmu pendidikan yang pernah kita miliki, meninggalkan corecompetence yang sesungguhnya sangat kita butuhkan untuk menjawab tantangan sistem pendidikan nasional di masa depan,” katanya di sela-sela orasi ilmiah berjudul “Pembangunan Sumber Daya Insani yang Unggul dan Berkarakter Menghadapi Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)” pada Dies Natalis Universitas Negeri Semarang (Unnes) kemarin.

Dia berharap eks IKIP tetap menjadi laboratorium dan pusat keunggulan dalam pengembangan sistem pendidikan nasional. Seluruh PT juga harus menjalin aliansi dan bersinergi untuk menjadi motor penggerak bagi kemajuan serta pengembangan sistem pendidikan.

“Nah, di usia ke 50 ini saya juga menantang Unnes sebagai eks- IKIP berani melakukan prakarsa dan mulai menjalin komunikasi dengan universitas lainnya. Jika semua universitas (eks-IKIP) tetap menjaga corecompetence yang dimilikinya, saya yakin sistem pendidikan kita akan cepat maju dan berkembang di masa mendatang,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir mengungkapkan bahwa perguruan tinggi harus menggandeng dunia usaha sebagai langkah hilirisasi hasil riset yang dilakukan.

“Kami ingin mendorong perguruan tinggi memperbanyak kerja sama dengan kalangan dunia usaha. Dengan demikian, hasil riset yang dilakukan tidak hanya berhenti pada publikasi, melainkan dikomersialisasi agar manfaat dari hasil riset itu dapat dirasakan masyarakat,” kata dia. M Nasir juga mengatakan, dengan keterlibatan oleh dunia usaha, persoalan pembiayaan pelaksanaan riset juga akan turut terbantu.

Dengan begitu akan semakin banyak riset yang bisa dilakukan oleh kalangan akademisi di lingkungan kampus. “Di negara tetangga, 80% dana untuk pelaksanaan riset dibiayai kalangan dunia usaha. Di negara kita belum sampai angka segitu. Pendanaan nasional untuk riset kita juga masih rendah jika dibandingkan negara-negara tetangga kita,” ungkapnya.

Susilo himawan
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
3 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
3 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
4 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
4 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
4 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
5 jam yang lalu
Infografis
Agung Gumilar Saputra,...
Agung Gumilar Saputra, Eks Kopassus yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved