Mengajak Warga Kaji Sejarah di Warung Kopi

Senin, 30 Maret 2015 - 10:24 WIB
Mengajak Warga Kaji...
Mengajak Warga Kaji Sejarah di Warung Kopi
A A A
KOTA BANDUNG - Sejarah memang milik para pemenang. Kiranya hanya Tuhan dan penafsiran pelaku sejarah saja yang menjadikan sebuah cerita menjadi sejarah. Namun, ketika ada dua saksi sejarah, masing-masing akan memiliki penafsiran berbeda. Pada beberapa kasus, tokoh yang jasanya begitu besar pada negara justru tidak tenar karena “kesalahan” yang dia perbuat.

Misalnya saja yang terjadi pada Sultan Hamid Al- Kadrie yang merupakan perancang lambang negara Indonesia yang berjuluk Elang Rajawali Garuda Pancasila. Tokoh asal Pontianak ini tidak banyak dikenal dalam sejarah yang diajarkan di sekolah karena terlibat dalam peristiwa kudeta Angkatan Perang Ratu Adil (APRA).

Bahasan tentang awal sejarah pembuatan lambang negara, pemilihan bentuk garuda, sejarah perancangnya, hingga perdebatan mengenai penentuan Garuda sebagai lambang negara tidak menyimbolkan kebhinekaan Indonesia, kali ini dibahas di tadarusan buku Asian African Reading Club (AARC).

Para pegiat literasi ini memang baru mengkhatamkan buku berjudul Perjalanan 60 Tahun Lambang Negara: Sejarah Elang Rajawali Garuda Pancasila terbitan Sahabat Museum Konferensi Asia Afrika (MKAA). “Masih ada saja orang yang tertukar antara Hamid Al- Gadri dengan Sultan Hamid Al- Kadrie. Perancang lambang negara Indonesia itu Sultan Hamid Al-Kadrie atau Sultan Hamid II. Sementara Hamid Al- Gadri itu salah satu tokoh perintis kemerdekaan yang mendirikan organisasi keturunan Arab-Indonesia bersama AR Baswedan,” ungkap pegiat literasi AARC Iwan Kurniawan beberapa waktu lalu.

Bagi dia, diskusi tersebut semesti dibawa ke warungwarung kopi, ke tempattempat yang tidak terlalu serius, agar pengetahuan sejarah bisa tersebar luas. Selebihnya, diharapkan nasionalisme warga Indonesia bisa tumbuh. “Kalau bahasan semacam ini hanya di reading club, hanya orang-orang tertentu yang tahu. Yang enggaktahu tetap enggaktahu. Makanya saya sering mencoba membawanya ke warung-warung kopi dan pernah mendapati satu orang yang nimbrung dan pengetahuannya ternyata sebanding dengan bahasan di reading club,” tambahnya.

Bahkan, kata dia, mestinya bahasan ini dibawa keluar, dihadirkan di hadapan guru. Meski semuanya tafsir, tapi dengan kajian buku, banyak dihadirkan data-data pendukung. Iwan yang termasuk penyuka travelling ini berkunjung ke berbagai tempat dan banyak mendapati orang-orang dengan ide yang sama. Mereka sangat membutuhkan aktivitas kajian buku namun terbentuk konsistensi dan inisiatif.

“Saya ke Surabaya, bertemu beberapa santri di Jombang. Mereka terpikir untuk mengkaji tentang orientalisme. Menurut saya bahas saja. Kalau di kelas atau kampus hanya terpaku teori, bikin saja suasananya senyaman mungkin. Kajian diskusi yang bikin kita senang-senang, sehingga ramai orang datang. Kalaupun cuma lima orang, ya gak apa-apa, karena niatnya juga senang-senang,” katanya.

Dia menambahkan, konsepnya bisa meniru banyak reading club yang sudah ada termasuk AARC. Tapi mungkin tempatnya di warung kopi. Misalnya, kelompok membaca senja, diadakan di waktu senja, di tempat yang bagus saat senja. Hal ini bisa jadi menarik perhatian orang, kalaupun awalnya tidak suka, tidak tahu, jadi tertarik untuk mengetahui.

Namun menurut dia, kebanyakan komunitas mati karena publikasi yang kurang atau salah sasaran. Selain itu, terlalu mengandalkan jejaring dunia maya. Padahal bisa menempel informasi di kampus-kampus. “Banyak potensi di kampus-kampus. Harus ada yang mau bergerak untuk menyambungkan link yang terputus itu agar bisa memantik dan menularkannya ke yang lain,” imbuhnya.

Fauzan
(bhr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Profil Irjen Pol Arif...
Profil Irjen Pol Arif Budiman, Jenderal Brimob yang Kini Menjabat Kapolda Maluku Utara
1 jam yang lalu
Profil Brigjen Pol Nasri,...
Profil Brigjen Pol Nasri, Teman Seangkatan Kapolri Diangkat Menjadi Kapolda Sulteng
1 jam yang lalu
Anggota TNI Bakal Sikat...
Anggota TNI Bakal Sikat Begal di Jakarta, DPR: Harus Atas Permintaan Polri
3 jam yang lalu
AKLI Siap Dukung Percepatan...
AKLI Siap Dukung Percepatan Pengembangan Energi Listrik Nasional
12 jam yang lalu
GEM Salurkan Hewan Kurban...
GEM Salurkan Hewan Kurban untuk Warga dan Karyawan di Morowali
13 jam yang lalu
Warga Kendari Bersyukur...
Warga Kendari Bersyukur Terima Daging Kurban dari Partai Perindo
14 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved