Ada Bendera Menyerupai ISIS Berkibar, Polisi Tak Bertindak
Senin, 30 Maret 2015 - 01:00 WIB
Ada Bendera Menyerupai ISIS Berkibar, Polisi Tak Bertindak
A
A
A
MAKASSAR - Bendera menyerupai kelompok Islamic State Iraq and Syiria (ISIS) dikibarkan didepan rumah Pimpinan Pondok pesantren milik Ustad Basri di Jalan Manuruki RT I/RW 9 Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.
Pantauan dilokasi, ratusan pengikut dari kalangan anak-anak hingga orang tua hadir berkumpul sejak pukul 07.00, Wita, pagi tadi. Di depan rumah milik Ustad Basri, terlihat bendera hitam dengan tulisan putih menyerupai bendera ISIS sebanyak 20 lembar dan tiga spanduk kecaman terhadap pemerintah.
"Kami mengecam tindakan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, pemerintah menerapkan daulat negara Islamiyah sebagai bentuk masalah yang terjadi di Indonesia," kata Ustad Basri kepada wartawan, Minggu, (29/3/2015).
Kendati demikian, mereka mengaku bukan ISIS. Tapi mendukung perjuangan Abu Bakar Al Baghdadi. Mereka menolak kenaikan BBM yg menyengsarakan rakyat.
Sementara itu, salah satu warga, Udin, mengaku menyesalkan polisi yang tidak bertindak tegas mengamankan adanya paham diduga berbau ISIS tersebut.
"Warga disini pusing dengan keberadaan mereka. Polisi bahkan terkesan membiarkan,"ujar Udin, pengurus Masjid Ridha, Sudiang.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Endi Sutendi mengatakan pihaknya tidak bisa mengambil tindakan lantaran belum ada tindakan hukum atau dugaan penyebaran paham yang dilakukan oleh kelompok tersebut.
"Kami tetap memantau pergerakan mereka. Namun, kami belum menerima laporan adanya pergerakan dilakukan," jelasnya.
Informasi yang dihimpun, kegiatan tersebut menggelar Takbir Akbar dan pengajian yang rutin dilaksanakan setiap bulan ganjil minggu terakhir dan di laksanakan pada hari minggu.
Pantauan dilokasi, ratusan pengikut dari kalangan anak-anak hingga orang tua hadir berkumpul sejak pukul 07.00, Wita, pagi tadi. Di depan rumah milik Ustad Basri, terlihat bendera hitam dengan tulisan putih menyerupai bendera ISIS sebanyak 20 lembar dan tiga spanduk kecaman terhadap pemerintah.
"Kami mengecam tindakan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, pemerintah menerapkan daulat negara Islamiyah sebagai bentuk masalah yang terjadi di Indonesia," kata Ustad Basri kepada wartawan, Minggu, (29/3/2015).
Kendati demikian, mereka mengaku bukan ISIS. Tapi mendukung perjuangan Abu Bakar Al Baghdadi. Mereka menolak kenaikan BBM yg menyengsarakan rakyat.
Sementara itu, salah satu warga, Udin, mengaku menyesalkan polisi yang tidak bertindak tegas mengamankan adanya paham diduga berbau ISIS tersebut.
"Warga disini pusing dengan keberadaan mereka. Polisi bahkan terkesan membiarkan,"ujar Udin, pengurus Masjid Ridha, Sudiang.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Endi Sutendi mengatakan pihaknya tidak bisa mengambil tindakan lantaran belum ada tindakan hukum atau dugaan penyebaran paham yang dilakukan oleh kelompok tersebut.
"Kami tetap memantau pergerakan mereka. Namun, kami belum menerima laporan adanya pergerakan dilakukan," jelasnya.
Informasi yang dihimpun, kegiatan tersebut menggelar Takbir Akbar dan pengajian yang rutin dilaksanakan setiap bulan ganjil minggu terakhir dan di laksanakan pada hari minggu.
(nag)