Sudut Kota dan Dialek Khas yang Ngangeni

Sabtu, 28 Maret 2015 - 12:25 WIB
Sudut Kota dan Dialek...
Sudut Kota dan Dialek Khas yang Ngangeni
A A A
Keberagaman kehidupan Kota Semarang terekam menarik dalam film antologi bertajuk Twaalf Uur Van Semarang (Dua Belas Jam di Semarang ).

Film garapan bersama Komunitas Lopen Semarang, Yayasan Widya Mitra, dan Kedutaan Besar Belanda ini menyajikan kemolekan sudut kota lengkap dengan dialek khas Semarangan. Cerita bermula dari pukul 18.00 dan berakhir pukul 06.00 WIB. Banyak orang membicarakan kecantikan Kota Semarang di malam hari. Sebagai kota pelabuhan utama di Jawa Tengah, Semarang hampir tidak pernah tidur.

Bahkan di beberapa tempat seperti di pelabuhan, pasar, dan stasiun, geliat aktivitasnya justru telah dimulai di kala sebagian besar warga Kota ATLAS sedang terlelap dalam tidur. Film besutan Ragil Wijokongko memiliki empat cerita berbeda di dalamnya seperti Makan!, Kuli(ah), Kakeane dan Ver Van Huis . Sekuel Makan! menggambarkan kisah perjalanan panjang sebuah kubis sebelum dihidangkan di sepiring nasi goreng.

Keriuhan aktivitas bisnis di sebuah Pasar Peterongan pada waktu malam hari menjadi pembuka film dapat dinikmati sekilas. Cerita berikutnya berjudul Kuli(ah) mengisahkan sosok Jaka seorang pelarian dari Jakarta karena masalah narkotika. Pamannya membawa Jaka ke Semarang untuk bersembunyi dari kejaran aparat sembari bekerja dan berkuliah. Jaka ingin beralih dari kehidupan masa lalunya dan di Semarang jugalah keteguhan hati Jaka untuk hijrah dari dunia kelamnya diuji.

Cerita ketiga diberi judul Kakeane mengulik cerita persahabatan Amat dan Toni yang memiliki rencana menghabiskan malam minggu dengan menonton pertunjukkan Gambang Semarang. Perjalanan menuju lokasi pertunjukkan dipenuhi dengan berbagai kejutan yang tak terduga. Kisah ini menampilkan seniman Djie Siong Hien yang akrab disapa Om Hien, yang tampil di Sobokartti. Berbagai dialek khas Semarang nan menghibur menghiasi sekuel ketiga ini.

Obrolan ringan antar teman disisipi sapaan Ndes, Pekok, He e , Bajindul, Ngoce, berhasil mengundang tawa penonton yang hadir pada premiere film ditayangkan di E-Plaza Cinema Semarang, kemarin. Beragam adegan kocak dilakonkan Amat dan Toni yang sarat nuansa Semarang seperti Toni salah memasukkan congyang ke dalam vespa mogok. Congyang adalah minuman khas Semarang.

Adegan pamungkas Ver Van Huis mengisahkan Daniel yang terpaksa mengikuti kehendak ayahnya Reynard, seorang Indo untuk menemaninya ke Semarang. Daniel terlibat dalam sebuah sentimental journey pada sebuah kota yang penuh kenangan yang akan mengubah cara pandangnya selama ini.

Dialog penutup We Are Home yang diucapkan Daniel memiliki makna mendalam bahwa dia sudah seperti ayahnya yang merasa rumahnya di Semarang. Film Twaalf Uur Van Semarang (Dua Belas Jam di Semarang ) digarap selama empat bulan.

“Desember mulai praproduksi sedangkan Januari mulai syuting. Kendala yang dihadapi seperti meragukan kinerja tim ini karena Semarang masih dianggap sebelah mata untuk film,” kata koordinator Komunitas Pecinta Sejarah Lopen Semarang M Yogi Fajri. Masyarakat bisa melihat penayangan film ini di Ruang Theatre Gedung Pin Balai Kota Semarang hari ini (28/3). Ada empat kali penayangan, yaitu 10.00, 11.30, 13.00, dan 14.30 WIB.

Penonton tidak dipungut biaya alias gratis. Ketua Yayasan Widya Mitra Widjajanti Dharmowijono menilai film digarap serius karena melalui workshop dan persiapan matang. “Saya sangat penasaran dan ingin tahu karena proses produksi sangat rapi. Semoga film ini dapat diterima masyarakat,” ucapnya.

Hendrati Hapsari
Kota Semarang
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
48 menit yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
1 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
1 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
2 jam yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
8 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
8 jam yang lalu
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved