Ahok Keluarkan Kata Kotor, Ini Tanggapan Sang Wagub

Selasa, 24 Maret 2015 - 18:14 WIB
Ahok Keluarkan Kata...
Ahok Keluarkan Kata Kotor, Ini Tanggapan Sang Wagub
A A A
JAKARTA - Setelah lama tak muncul, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memberikan tanggapannya terkait kata-kata kotor Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Kalau saya hendaknya semua pejabat publik dalam memberikan statement apalagi secara terbuka harus menggunakan kata-kata yang baik dan santun. Serta tidak memberikan contoh kepada masyarakat untuk melakukan atau meniru kata-kata yang kurang pantas," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (24/3/2015).

Meski begitu, Djarot melihat bahwa Ahok juga sudah meminta maaf dan sebagai pembelajaran. Jangan sampai, lanjut Djarot, niat Gubernur untuk meminta maaf ditambah dengan permasalahan ini terlalu dibesar-besarkan.

"Karena ini menyangkut masalah karakter seseorang. Pak Gubernur kan sudah minta maaf dan saya minta untuk media tidak lagi membesar-besarkan. Sudah minta maaf kan, janganlah dibesar-besarkan masalah ini, jangan diperpanjang," tukasnya.

Sebelumnya, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) juga sudah mengecam sikap Ahok. Komisioner KPI Bidang Pengawasan Isi Siaran Agatha Lily mengatakan, mengecam pejabat publik bicara kata-kata kotor dan kasar di televisi yang menggunakan frekuensi milik publik.

"Televisi disaksikan oleh sejumlah masyarakat dari berbagai latar belakang, juga disaksikan anak-anak dan remaja, Ini bisa menjadi contoh buruk," ujar Agatha beberapa waktu lalu. Kasus seperti ini merupakan yang pertama kali terjadi di Indonesia, di mana ada pejabat berbicara sangat kasar seperti itu di lembaga penyiaran.

Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menanggapi statemen Ahok beberapa waktu lalu yang mengancam tidak akan memberikan gaji kepada anggota dewan apabila APBD DKI 2015 harus ditempuh dengan Pergub. Menurut Pras, DPRD bukan anak perusahaan yang dipimpin gubernur melainkan instansi pemerintah yang diisi dengan jabatan politik.

Sehingga Ahok tidak bisa sewenang-wenang mengeluarkan pernyataan tersebut."Kita sama-sama jabatan politik, bukan perusahaan, dia (Ahok) bukan direktur utama," kata Pras.
(whb)
Berita Terkait
TPDI Berikan Dukungan...
TPDI Berikan Dukungan Pimpinan DPR Terhadap Penggunaan Hak Angket Kecurangan Pemilu 2024
Sufmi Dasco: Amicus...
Sufmi Dasco: Amicus Curiae Tak Masuk Pertimbangan Hakim
Dukung Hak Angket Digemakan...
Dukung Hak Angket Digemakan Diaspora Lima Benua
Fraksi PDIP Minta DPR...
Fraksi PDIP Minta DPR Sikapi Pemilu Lewat Hak Interpelasi atau Angket
Pakar Sebut Angket DPR...
Pakar Sebut Angket DPR Tidak Dapat Batalkan Hasil Pemilu
Akademisi Sebut Hak...
Akademisi Sebut Hak Angket DPR untuk Mengawasi Kinerja
Berita Terkini
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
15 menit yang lalu
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
1 jam yang lalu
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
3 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
4 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
4 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
5 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved