Helikopter Jatuh di Kukar Karena Kehilangan Daya Angkat
Minggu, 22 Maret 2015 - 01:06 WIB
Helikopter Jatuh di Kukar Karena Kehilangan Daya Angkat
A
A
A
SAMARINDA - Helikopter yang mendarat darurat di Desa Handil Terusan, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur diduga disebabkan kehilangan daya angkat atau lost power engine. Akibatnya, helikopter ini memilih mendarat darurat.
Kapolsek Anggana Iptu Indramawan menjelaskan, helikopter ini berangkat dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan menuju GTS-4, Central Processing Unit milik Total E&P Indonesie.
Saat hampir mencapai tujuan, helikopter kehilangan daya dan memilih melakukan pendaratan darurat.
Pendaratan tidak berlangsung mulus sehingga mengalami cross landing. “Sebelum sampai tujuan, diduga helikopter tersebut mengalami lost power engine. Sehingga harus mengalami emergency landing atau pendaratan darurat,” kata Indra, Sabtu (21/3/2015).
Mengenai penyebab kecelakaan ini, Indra mengaku belum mengetahui persis. Pasalnya,ketika dia tiba di lokasi pendaratan darurat, helikopter sudah ditutup terpal oleh pihak Total.
“Begitu saya tiba di lokasi, helikopternnya sudah ditutup terpal. Alasannya karena takut bahan bakarnya terbakar terkena sinar matahari,” tambah Indra.
Sementara itu, menurut Kepala BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara Darmansyah, seluruh penumpang sudah dipindahkan ke Rumah Sakit Siloam Internasional Balikpapan. “Saat ini tujuh korban sudah di rumah sakit,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah helikopter tipe Sikorsky S-76C+PK-FUP milik PT Avilift Aviation mendarat darurat di Anggana pada pukul 10.30 Wita. Helikopter ini disewa oleh Total untuk melakukan survey jalur pipa.
Helikopter ini membawa tujuh orang, termasuk pilot dan co-pilot. Pilot dan co-pilot mengalami patah tulang, sedangkan lima penumpang hanya mengalami luka ringan.
Kapolsek Anggana Iptu Indramawan menjelaskan, helikopter ini berangkat dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan menuju GTS-4, Central Processing Unit milik Total E&P Indonesie.
Saat hampir mencapai tujuan, helikopter kehilangan daya dan memilih melakukan pendaratan darurat.
Pendaratan tidak berlangsung mulus sehingga mengalami cross landing. “Sebelum sampai tujuan, diduga helikopter tersebut mengalami lost power engine. Sehingga harus mengalami emergency landing atau pendaratan darurat,” kata Indra, Sabtu (21/3/2015).
Mengenai penyebab kecelakaan ini, Indra mengaku belum mengetahui persis. Pasalnya,ketika dia tiba di lokasi pendaratan darurat, helikopter sudah ditutup terpal oleh pihak Total.
“Begitu saya tiba di lokasi, helikopternnya sudah ditutup terpal. Alasannya karena takut bahan bakarnya terbakar terkena sinar matahari,” tambah Indra.
Sementara itu, menurut Kepala BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara Darmansyah, seluruh penumpang sudah dipindahkan ke Rumah Sakit Siloam Internasional Balikpapan. “Saat ini tujuh korban sudah di rumah sakit,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah helikopter tipe Sikorsky S-76C+PK-FUP milik PT Avilift Aviation mendarat darurat di Anggana pada pukul 10.30 Wita. Helikopter ini disewa oleh Total untuk melakukan survey jalur pipa.
Helikopter ini membawa tujuh orang, termasuk pilot dan co-pilot. Pilot dan co-pilot mengalami patah tulang, sedangkan lima penumpang hanya mengalami luka ringan.
(sms)