Jalan di Bekasi Sudah Tak Mampu Menampung Kendaraan Pribadi
Rabu, 18 Maret 2015 - 20:18 WIB
Jalan di Bekasi Sudah Tak Mampu Menampung Kendaraan Pribadi
A
A
A
BEKASI - Kemacetan parah yang terjadi setiap hari di Bekasi sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Bayangkan saja, dalam sehari ada sekitar 430 ribu kendaraan pribadi yang mengarah ke Jakarta.
Kondisi tersebut jelas tidak sebanding dengan volume jalan yang dimiliki Pemkot Bekasi dan jalan negara.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi Sopandi Budiman menjelaskan, jalan di Kota Bekasi tak mampu menampung jumlah kendaraan pribadi.
"Jalan di Bekasi sekitar 1.200 kilometer, itu pun sudah gabungan jalan provinsi, jalan negara, dan jalan kota. Tapi tetap tak sebanding dengan jumlah kendaran pribadi yang melintas," katanya kepada wartawan, Rabu (18/3/2015).
Akibatnya, kemacetan di kota ini tidak bisa terhindarkan. Alhasil, kata dia, masyarakat lebih suka naik kereta Commuter Line karena dianggap yang paling nyaman dan cepat.
"Ke Stasiun mereka tetap menggunakan kendaraan pribadi dan ogah naik angkot," ujarnya.
Seorang warga Rawalumbu, Jonder Sihotang (52) mengakui, kalau angkutan umum sudah tak nyaman. Pekerja swasta di Jakarta ini hanya mengandalkan kereta Commuter Line jika berangkat bekerja di daerah Cikini.
"Kalau berangkat dari rumah pakai angkot, waktunya bisa habis di jalan," katanya.
Karena itu, setiap hari dia membawa sepeda motor untuk pergi ke stasiun. Apalagi, saat ini angkutan yang umum di Bekasi sangat lamban dan kendaraanya memang sudah tidak layak digunakan.
Kondisi tersebut jelas tidak sebanding dengan volume jalan yang dimiliki Pemkot Bekasi dan jalan negara.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi Sopandi Budiman menjelaskan, jalan di Kota Bekasi tak mampu menampung jumlah kendaraan pribadi.
"Jalan di Bekasi sekitar 1.200 kilometer, itu pun sudah gabungan jalan provinsi, jalan negara, dan jalan kota. Tapi tetap tak sebanding dengan jumlah kendaran pribadi yang melintas," katanya kepada wartawan, Rabu (18/3/2015).
Akibatnya, kemacetan di kota ini tidak bisa terhindarkan. Alhasil, kata dia, masyarakat lebih suka naik kereta Commuter Line karena dianggap yang paling nyaman dan cepat.
"Ke Stasiun mereka tetap menggunakan kendaraan pribadi dan ogah naik angkot," ujarnya.
Seorang warga Rawalumbu, Jonder Sihotang (52) mengakui, kalau angkutan umum sudah tak nyaman. Pekerja swasta di Jakarta ini hanya mengandalkan kereta Commuter Line jika berangkat bekerja di daerah Cikini.
"Kalau berangkat dari rumah pakai angkot, waktunya bisa habis di jalan," katanya.
Karena itu, setiap hari dia membawa sepeda motor untuk pergi ke stasiun. Apalagi, saat ini angkutan yang umum di Bekasi sangat lamban dan kendaraanya memang sudah tidak layak digunakan.
(mhd)