Bocorkan Rahasia Les, Murid Kembar Dipukuli Guru

Rabu, 18 Maret 2015 - 15:09 WIB
Bocorkan Rahasia Les,...
Bocorkan Rahasia Les, Murid Kembar Dipukuli Guru
A A A
SEMARANG - Seorang oknum guru SD dilaporkan ke polisi lantaran memukuli anak didiknya si kembar RN dan RV. Penyebabnya, guru yang bernama Efendi itu takut kena sanksi karena si kembar itu membocorkan kalau dia memberikan jam pelajaran tambahan di luar jam sekolah.

Para korban adalah siswa kelas IV SD Negeri Tlogosari Kulon IV Semarang. Efendi adalah guru kelas IV di sekolah itu.

Aksi kekerasan siswa terjadi pada Senin 16 Maret 2015 saat jam sekolah, di lingkungan sekolah. Akibat pemukulan yang dilakukan Efendi, RN mengalami sakit pada gendang telinganya, dan RV pusing-pusing kepalanya.

Ibu korban, Sunarsih, warga Banget Ayu Kulon, Semarang menyebut, sebelumnya kedua anaknya itu memang ikut les alias jam tambahan di guru itu. Biayanya Rp200 ribu per bulan.

"Anak saya cerita kalau ikut les Pak Efendi. Cerita ke teman sekolahnya, nah temannya itu cerita ke Pak Efendi. Guru harian kan tidak boleh beri les jam luar sekolah," kata Sunarsih, saat melapor ke Sentra Pelayananan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Rabu (18/3/2015).

Kekerasan yang diterima anaknya, kata Sunarsih, berawal dari cerita itu. Saat jam pelajaran, si kembar digiring Efendi ke parkiran sepeda belakang sekolah. Di situlah si kembar ditampar berulangkali. Telinganya juga dipelintir.

"Anak saya mengadu. Saya sempat telepon Pak Efendi, dia marah-marah dan mengakui menampar anak saya," lanjutnya.

Sebetulnya, tambah Suniarsih, sempat ada mediasi antara pihak sekolah dan dirinya terkait kekerasan itu. Namun, Suniarsih tak lega. Dia menginginkan jalur hukum.

Saat melapor, Suniarsih sudah membawa kartu berobat dan bukti visum dari RS Bhayangkara Semarang. RN mengatakan, ditampar gurunya karena soal les itu. "Pak Efendi itu guru harian saya. Kelas IV SD," kata RN.

Laporan itu kini ditindaklanjuti Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang.
(san)
Berita Terkait
Wapres Minta Kekerasan...
Wapres Minta Kekerasan dalam Dunia Pendidikan Dihentikan
Kawal Kekerasan di Dunia...
Kawal Kekerasan di Dunia Pendidikan, Nadiem Makarim Tekankan Hal Ini
Melindungi Dunia Pendidikan...
Melindungi Dunia Pendidikan dari Paham dan Gerakan Kekerasan
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Berita Terkini
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
10 menit yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
26 menit yang lalu
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
54 menit yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
1 jam yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
1 jam yang lalu
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
2 jam yang lalu
Infografis
Berapa Gaji Guru PPPK...
Berapa Gaji Guru PPPK dan PNS 2025? Ini Rinciannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved