PNS Wajib Mundur , Pejabat Pikir-Pikir
Selasa, 10 Maret 2015 - 10:58 WIB
PNS Wajib Mundur , Pejabat Pikir-Pikir
A
A
A
MUARAENIM - Aturan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan ikut bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang mengharuskan mereka mundur tidak urung membuat para calon dari kalangan pejabat berpikir ulang untuk maju. Pasalnya, figur yang berasal dari PNS atau kalangan pejabat birokrasi harus benar-benar “berhitung” dengan kesempatan mereka untuk memenangkan pertarungan politik.
Karena jika tidak, maka titel mantan pejabat akan mereka sandang jika tidak terpilih sebagai bupati atau wali kota, termasuk wakil bupati dan wakil wali kota. Seperti yang diutarakan beberapa pejabat Pemkab Muaraenim yang digadang-gadang akan ikut bertarung di Pilkada Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Salah satu nama yang digadang-gadang akan ikut kancah perpolitikan memperebutkan kursi PALI 1 tersebut adalah Febriansyah Nang Ali.
Dimana saat ini dirinya masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Muaraenim. Menurutnya, ia harus memperhitungkan dengan matang jika benar-benar akan maju di Pilkada PALI. Mengingat saat ini, ia masih berstatus PNS di Pemkab Muaraenim. “Kalau niat untuk maju jelas ada, tapi saya harus lihat dulu segala kemungkinan yang ada dan ke depanya seperti apa,” ujarnya, kemarin.
Ia tidak menampik, keharusan untuk mundur dari PNS jika maju sebagai Cakada. Apalagi menurutnya dalam berpolitik, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Sehingga ia harus berhitung dulu secara matang, sebelum akhirnya memutuskan untuk maju di Pilkada tersebut. Bahkan saat ini, ia sudah menerjunkan tim survei sendiri ke PALI untuk mengetahui persentase dan kemungkinan perolehan suara.
Ia akan berani dan memantafkan diri untuk maju, jika hasil survei menunjukan persentase perolehan suaranya di PALI di atas 30%.“Kalau hasil survei diatas 30% kemungkinan besar saya akan maju,” ujarnya. Nama lain yang juga sering disebut akan maju di Pilkada PALI yang berasal dari kalangan birokrasi di Pemkab Muaraenim adalah Teguh Jaya.
Saat ini ia menjabat sebagai Kadinsos Kabupaten Muaraenim. Hanya saja ia mengaku, belum menyusun kekuatan dan belum berminat untuk meminang salah satu parpol yang akan menjadi parpol pengusung di Pilkada PALI. “Saya punya niat dan keinginan ini bukan dari saya pribadi, namun dari sana (PALI) karena banyak yang menghendaki saya maju,” ujarnya diplomatis.
Irhamudin sp
Karena jika tidak, maka titel mantan pejabat akan mereka sandang jika tidak terpilih sebagai bupati atau wali kota, termasuk wakil bupati dan wakil wali kota. Seperti yang diutarakan beberapa pejabat Pemkab Muaraenim yang digadang-gadang akan ikut bertarung di Pilkada Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Salah satu nama yang digadang-gadang akan ikut kancah perpolitikan memperebutkan kursi PALI 1 tersebut adalah Febriansyah Nang Ali.
Dimana saat ini dirinya masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Muaraenim. Menurutnya, ia harus memperhitungkan dengan matang jika benar-benar akan maju di Pilkada PALI. Mengingat saat ini, ia masih berstatus PNS di Pemkab Muaraenim. “Kalau niat untuk maju jelas ada, tapi saya harus lihat dulu segala kemungkinan yang ada dan ke depanya seperti apa,” ujarnya, kemarin.
Ia tidak menampik, keharusan untuk mundur dari PNS jika maju sebagai Cakada. Apalagi menurutnya dalam berpolitik, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Sehingga ia harus berhitung dulu secara matang, sebelum akhirnya memutuskan untuk maju di Pilkada tersebut. Bahkan saat ini, ia sudah menerjunkan tim survei sendiri ke PALI untuk mengetahui persentase dan kemungkinan perolehan suara.
Ia akan berani dan memantafkan diri untuk maju, jika hasil survei menunjukan persentase perolehan suaranya di PALI di atas 30%.“Kalau hasil survei diatas 30% kemungkinan besar saya akan maju,” ujarnya. Nama lain yang juga sering disebut akan maju di Pilkada PALI yang berasal dari kalangan birokrasi di Pemkab Muaraenim adalah Teguh Jaya.
Saat ini ia menjabat sebagai Kadinsos Kabupaten Muaraenim. Hanya saja ia mengaku, belum menyusun kekuatan dan belum berminat untuk meminang salah satu parpol yang akan menjadi parpol pengusung di Pilkada PALI. “Saya punya niat dan keinginan ini bukan dari saya pribadi, namun dari sana (PALI) karena banyak yang menghendaki saya maju,” ujarnya diplomatis.
Irhamudin sp
(bhr)