Diblokade Nelayan, Pantura Macet 5 Jam

Selasa, 03 Maret 2015 - 10:11 WIB
Diblokade Nelayan, Pantura...
Diblokade Nelayan, Pantura Macet 5 Jam
A A A
REMBANG - Ribuan nelayan Rem bang menggelar demo menolak kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti No 2/PERMEN-KP/2015, yang salah satu isinya melarang penggunaan alat tangkap ikan pukat hela (trawls) dan pukat tarik (seine nets ), kemarin.

Mereka berunjuk rasa dengan cara duduk di jalan memblokade jalur pantura sehingga mengakibatkan jalur pantura menghubungkan Rembang-Surabaya macet total selama lima jam lebih sejak pukul 09.00 hingga 14.00 WIB. Kendaraan dari arah Semarang maupun Surabaya terpaksa berhenti karena tak bisa melintas. Aksi ribuan nelayan ini dipu satkan di tiga titik, yakni di kawasan pertigaan Pasar Pentungan, Bundaran Adipura, dan Pertigaan Tireman.

Di pertigaan Tireman, kerumunan massa nekat memblokade jalan dengan memasang batu berukuran besar. “Kami menuntut agar larangan penggunaan 16 jenis alat tangkap, di antaranya berupa jaring cantrang dan dogol segera dicabut,” kata perwakilan nelayan, Sumarlan, kemarin.

Mereka mengancam akan menggelar unjuk rasa dan memblokade jalur Pantura Rembang setiap hari selama seminggu. Ribuan nelayan di Kota Garam ini bersikukuh menolak penerapan kebijakan Menteri Susi yang melarang penggunaan jaring cantrang. “Kebijakan Menteri Susi mematikan penghidupan ribuan nelayan di sini,” katanya.

Pengunjuk rasa juga membentangkan kain putih sepanjang 500 meter. Mereka melumuri tangan dengan cat dan menempelkan di kain putih itu sebagai bentuk penggalangan dukungan menolak kebijakan Menteri Susi Pudjiastuti. Salah seorang anak buah kapal (ABK) cantrang asal Desa Tireman, Suyadi mengaku, sudah sebulan lebih libur melaut.

Sebab sejak aksi demo pertama yang juga memblokade pantura, bos alias pemilik kapal tidak berani memberangkatkan kapal untuk berlayar. Dia mengaku tidak bisa beralih ke jenis pekerjaan lain. Misalnya sebagai kuli bangunan karena minim pengalaman. “Kalau seperti ini terus lalu nelayan kecil seperti kami ini akan makan apa. Mohon pemerintah memperhatikan nasib dari ribuan nelayan di sini,” ujar Suyadi.

Sugiyarto, awak kapal cantrang lainnya asal Dusun Layur, Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem, juga menanti solusi dari pemerintah. Menurutnya, larangan cantrang dari Menteri Susi semestinya wajib disertai solusi. Dia juga mengaku sudah dua bulan libur melaut garagara takut ditangkap pascaterbit larangan pemakaian jaring cantrang. “Yang penting ada solusinya. Kami tidak bisa terus menunggu karena kebutuhan hidup jalan terus,” katanya.

Terpisah, Polres Rembang mempersilakan nelayan kembali berunjuk rasa dengan catatan tidak memblokade jalur pantura. “Jika berani memblokade pantura lagi, kami akan bertindak tegas karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak,” kata Kapolres Rembang AKBP Muhammad Kurniawan, kemarin.

Aksi blokade jalur pantura juga dilakukan nelayan di Kabupaten Pati. Mereka membakar ban bekas dan menempatkan batang kayu dalam posisi melintang di jalur pantura di Desa Bendar, Kecamatan Juwana. Polres Pati berhasil membubarkan paksa aksi tersebut dengan mengerahkan ratusan personel dan mobil water canon .

M oliez/ant
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
1 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
2 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
2 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
4 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
11 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
12 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved