Tanggapan Ahok Dilaporkan ke KPK dan Bareskrim
Senin, 02 Maret 2015 - 21:30 WIB
Tanggapan Ahok Dilaporkan ke KPK dan Bareskrim
A
A
A
JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta berencana akan melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ke KPK dan Bareskrim Mabes Polri. Orang nomor satu di DKI Jakarta itu akan dilaporkan terkait dokumen palsu yang dikirimkan ke Kemendagri beberapa waktu lalu.
"Laporin saja, bagus dong. Saling lapor bagus dong," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2015).
Sebelumnya, Ketua Pansus Hak Angket DPRD DKI Jakarta, M Ongen Sangaji mengatakan, akan melaporkan Ahok ke KPK dan Bareskrim. Pelaporan itu terkait, yakni pemalsuan dokumen, kemudian adanya penyuapan terhadap lembaga DPRD DKI Jakarta sebanyak Rp12,7 triliun.
"Mengenai siapa orang-orang yang dilaporkan nanti kami sampaikan ke KPK dan Bareskrim," tukasnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, hari ini.
Ketua Fraksi Partai Hanura itu menyebutkan, suap sebesar Rp12,7 triliun dalam bentuk tanah, alat berat, alat kesehatan pada RAPBD 2015.
"Jika memang ternyata di Kemendagri adalah palsu dokumennya, ya kami minta dokumennya. Kami lanjut lapor ke Bareskrim dan KPK," katanya.
"Laporin saja, bagus dong. Saling lapor bagus dong," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2015).
Sebelumnya, Ketua Pansus Hak Angket DPRD DKI Jakarta, M Ongen Sangaji mengatakan, akan melaporkan Ahok ke KPK dan Bareskrim. Pelaporan itu terkait, yakni pemalsuan dokumen, kemudian adanya penyuapan terhadap lembaga DPRD DKI Jakarta sebanyak Rp12,7 triliun.
"Mengenai siapa orang-orang yang dilaporkan nanti kami sampaikan ke KPK dan Bareskrim," tukasnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, hari ini.
Ketua Fraksi Partai Hanura itu menyebutkan, suap sebesar Rp12,7 triliun dalam bentuk tanah, alat berat, alat kesehatan pada RAPBD 2015.
"Jika memang ternyata di Kemendagri adalah palsu dokumennya, ya kami minta dokumennya. Kami lanjut lapor ke Bareskrim dan KPK," katanya.
(mhd)