Anggota TNI Jadi Korban Pencurian Modus Pecah Kaca
Selasa, 24 Februari 2015 - 01:01 WIB
Anggota TNI Jadi Korban Pencurian Modus Pecah Kaca
A
A
A
GARUT - Aksi pencurian dengan dengan modus memecahkan kaca kembali terjadi. Kali ini, korbannya adalah seorang anggota TNI.
Peristiwa tersebut setidaknya dialami oleh Kopda Sudiono, anggota TNI yang bertugas di Koramil Bayongbong. Lokasi pencurian terjadi di dekat Markas Kodim 0611/Garut.
Kejadian nahas itu berawal saat Sudiono pulang dari salah satu bank untuk mengambil uang sebanyak Rp130 juta.
Namun sebelum pulang, Sudiono menyempatkan diri untuk mampir sebentar di koperasi Kodim 0611 Garut. Sementara mobil Toyota Avanza putih Z 1652 DP miliknya diparkir di Jalan Kenanga, samping Makodim Garut.
Alangkah kagetnya Sudiono saat kembali menuju parkiran. Dia melihat kaca mobilnya pecah berantakan.
"Saya kaget bukan main. Saya tidak menyangka menjadi korban. Sebab saya tidak merasa diikuti sewaktu pulang dari bank," kata Sudiono, Senin (23/2/2014).
Meski kaget, Sudiono patut merasa tenang. Pasalnya, apa yang diambil oleh pencuri hanyalah berkas di dalam tas.
"Saya bersyukur, uangnya tidak diambil. Sebab saya simpan uangnya di dalam dashboard mobil, sementara yang pencuri ambil hanya tas berisi berkas di atas jok. Kelihatannya pencuri itu buru-buru," ujarnya.
Seorang saksi mata kejadian, Undang (35), menyebut kejadian itu dilakukan oleh dua pelaku. Mereka berboncengan dengan menggunakan sepeda motor.
"Mereka memakai motor jenis Honda Megapro. Keduanya mendekati mobil putih yang sedang diparkir, lalu memukulkan busi kendaraan ke kaca mobil. Setelah itu masuk ke mobil lalu cepat-cepat kabur ke arah Jalan Veteran," ungkapnya.
Undang sendiri tidak mengetahui persis ciri-ciri para pelaku dan nopol sepeda motor yang digunakan.
Saat menjalankan aksinya, mereka menggunakan helm untuk menutupi wajahnya. Kasus pencurian tersebut kini ditangani oleh aparat Polsek Garut Kota.
Peristiwa tersebut setidaknya dialami oleh Kopda Sudiono, anggota TNI yang bertugas di Koramil Bayongbong. Lokasi pencurian terjadi di dekat Markas Kodim 0611/Garut.
Kejadian nahas itu berawal saat Sudiono pulang dari salah satu bank untuk mengambil uang sebanyak Rp130 juta.
Namun sebelum pulang, Sudiono menyempatkan diri untuk mampir sebentar di koperasi Kodim 0611 Garut. Sementara mobil Toyota Avanza putih Z 1652 DP miliknya diparkir di Jalan Kenanga, samping Makodim Garut.
Alangkah kagetnya Sudiono saat kembali menuju parkiran. Dia melihat kaca mobilnya pecah berantakan.
"Saya kaget bukan main. Saya tidak menyangka menjadi korban. Sebab saya tidak merasa diikuti sewaktu pulang dari bank," kata Sudiono, Senin (23/2/2014).
Meski kaget, Sudiono patut merasa tenang. Pasalnya, apa yang diambil oleh pencuri hanyalah berkas di dalam tas.
"Saya bersyukur, uangnya tidak diambil. Sebab saya simpan uangnya di dalam dashboard mobil, sementara yang pencuri ambil hanya tas berisi berkas di atas jok. Kelihatannya pencuri itu buru-buru," ujarnya.
Seorang saksi mata kejadian, Undang (35), menyebut kejadian itu dilakukan oleh dua pelaku. Mereka berboncengan dengan menggunakan sepeda motor.
"Mereka memakai motor jenis Honda Megapro. Keduanya mendekati mobil putih yang sedang diparkir, lalu memukulkan busi kendaraan ke kaca mobil. Setelah itu masuk ke mobil lalu cepat-cepat kabur ke arah Jalan Veteran," ungkapnya.
Undang sendiri tidak mengetahui persis ciri-ciri para pelaku dan nopol sepeda motor yang digunakan.
Saat menjalankan aksinya, mereka menggunakan helm untuk menutupi wajahnya. Kasus pencurian tersebut kini ditangani oleh aparat Polsek Garut Kota.
(sms)