Polisi Tangkap Pengeroyok Wartawan Lokal di Bekasi
Sabtu, 21 Februari 2015 - 15:36 WIB
Polisi Tangkap Pengeroyok Wartawan Lokal di Bekasi
A
A
A
BEKASI - Dua dari tiga pelaku pengeroyok Randy Yasetiawan Priogo (27) wartawan Harian Radar Bekasi ditangkap polisi tadi malam. Satu diantaranya berhasil melarikan diri dan kini menjadi buronan polisi.
Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo mengatakan, pelaku yang ditangkap yakni Muchlis (42) dan Spengli (32). Keduanya ditangkap polisi saat tengah melintas di Jalan Kartini, Bekasi Timur menggunakan sepeda motor.
"Kita masih memburu pelaku lain bernama Agus (30)," ujarnya Siswo kepada wartawan di Polresta Bekasi Kota, Sabtu (21/2/2015) siang. Siswo mengungkapkan, tertangkapnya pelaku pengeroyokan ini berdasarkan keterangan korban dan saksi lainnya, yakni Ketua DPC PAN Bekasi Utara Iriansyah dan Ketua II DPD Kota Bekasi, Faturrahman.
Berdasarkan penyidikan sementara, kata Siswo, aksi pemukulan itu terjadi secara spontanitas. Muchlis yang tengah melintas di rumah makan bersama kedua rekannya, tak sengaja melihat mobil Faturrahman terparkir di halaman restoran.
Kemudian, ketiganya menepi dan menghampiri kedua politisi PAN yang tengah menginterogasi Randy. Setibanya di sana, mereka saling bertegur sapa dan ketiga tersangka tidak duduk di meja yang sama, namun mereka membuka meja sendiri yang tak jauh dari lokasi meja saksi.
Saat itu Faturrahman memaki Randy dengan nada tinggi terkait pemberitaan yang telah dimuat pada edisi Rabu 18 Februari lalu. Mendengar Faturrahman menghardik Randy, secara spontanitas ketiga pria itu memukul wajah dan tulang rusuk Randy. "Tersangka nekat memukul korban karena merasa jengkel, begitu melihat Faturrahman berbicara dengan nada tinggi ke korban," kata Siswo.
Meski dua pelaku telah ditangkap, namun polisi tidak menetapkan Faturrahman dan Iriansyah menjadi tersangka. Melainkan keduanya, masih berstatus sebagai saksi. "Faturrahman dan Iriansyah masih berstatus saksi sampai bukti-bukti yang kami kumpulkan kuat," jelas Siswo.
Hal berbeda diungkapkan oleh Randy. Menurut dia, setibanya di lokasi para tersangka sudah berada di dalam restoran. Namun mereka duduk di meja terpisah dengan meja makan kedua politisi PAN.
Ketika Faturrahman menghardik Randy, seketika para tersangka mengeroyok korban. "Saya dipukul dengan tangan kosong, saya yakin ketiganya orang suruhan politisi itu," kata Randy.
Seperti diberitakan sebelumnya, Randy dikeroyok oleh tiga pria di sebuah rumah makan Bumbu Araunah di Jalan Serma Marzuki, Margajaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Kamis 19 Februari pukul 17.00. Kedatangan Randy ke sana, lantaran diundang Iriansyah untuk menulis berita klarifikasi terkait pemberitaan yang dimuat pada edisi Rabu 18 Februari.
Seingat Randy, ia dipukul di bagian pelipis, hidung dan wajah serta bagian tulang rusuknya ditendang. Akibatnya, Randy mengalami luka memar di bagian tersebut.
Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo mengatakan, pelaku yang ditangkap yakni Muchlis (42) dan Spengli (32). Keduanya ditangkap polisi saat tengah melintas di Jalan Kartini, Bekasi Timur menggunakan sepeda motor.
"Kita masih memburu pelaku lain bernama Agus (30)," ujarnya Siswo kepada wartawan di Polresta Bekasi Kota, Sabtu (21/2/2015) siang. Siswo mengungkapkan, tertangkapnya pelaku pengeroyokan ini berdasarkan keterangan korban dan saksi lainnya, yakni Ketua DPC PAN Bekasi Utara Iriansyah dan Ketua II DPD Kota Bekasi, Faturrahman.
Berdasarkan penyidikan sementara, kata Siswo, aksi pemukulan itu terjadi secara spontanitas. Muchlis yang tengah melintas di rumah makan bersama kedua rekannya, tak sengaja melihat mobil Faturrahman terparkir di halaman restoran.
Kemudian, ketiganya menepi dan menghampiri kedua politisi PAN yang tengah menginterogasi Randy. Setibanya di sana, mereka saling bertegur sapa dan ketiga tersangka tidak duduk di meja yang sama, namun mereka membuka meja sendiri yang tak jauh dari lokasi meja saksi.
Saat itu Faturrahman memaki Randy dengan nada tinggi terkait pemberitaan yang telah dimuat pada edisi Rabu 18 Februari lalu. Mendengar Faturrahman menghardik Randy, secara spontanitas ketiga pria itu memukul wajah dan tulang rusuk Randy. "Tersangka nekat memukul korban karena merasa jengkel, begitu melihat Faturrahman berbicara dengan nada tinggi ke korban," kata Siswo.
Meski dua pelaku telah ditangkap, namun polisi tidak menetapkan Faturrahman dan Iriansyah menjadi tersangka. Melainkan keduanya, masih berstatus sebagai saksi. "Faturrahman dan Iriansyah masih berstatus saksi sampai bukti-bukti yang kami kumpulkan kuat," jelas Siswo.
Hal berbeda diungkapkan oleh Randy. Menurut dia, setibanya di lokasi para tersangka sudah berada di dalam restoran. Namun mereka duduk di meja terpisah dengan meja makan kedua politisi PAN.
Ketika Faturrahman menghardik Randy, seketika para tersangka mengeroyok korban. "Saya dipukul dengan tangan kosong, saya yakin ketiganya orang suruhan politisi itu," kata Randy.
Seperti diberitakan sebelumnya, Randy dikeroyok oleh tiga pria di sebuah rumah makan Bumbu Araunah di Jalan Serma Marzuki, Margajaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Kamis 19 Februari pukul 17.00. Kedatangan Randy ke sana, lantaran diundang Iriansyah untuk menulis berita klarifikasi terkait pemberitaan yang dimuat pada edisi Rabu 18 Februari.
Seingat Randy, ia dipukul di bagian pelipis, hidung dan wajah serta bagian tulang rusuknya ditendang. Akibatnya, Randy mengalami luka memar di bagian tersebut.
(whb)