Bus Terbalik di Tol Jangli, 16 Tewas

Sabtu, 21 Februari 2015 - 09:59 WIB
Bus Terbalik di Tol...
Bus Terbalik di Tol Jangli, 16 Tewas
A A A
SEMARANG - Sebanyak 16 orang tewas saat bus PO Sang Engon, pengangkut jamaah pengajian asal Bojonegoro, Jatim, terbalik di ruas lingkar tol Jangli, Jatingaleh, Kota Semarang, kemarin.

Puluhan penumpang lainnya luka-luka. Bus bernopol B 7222 KGA yang mengangkut 68 penumpang itu dalam perjalanan pulang menuju Bojonegoro. Sebelumnya, para penumpang mengikuti pengajian di kediaman Ra’is ‘Amjam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarahan Nahdiyah Habib Lutfi bin Yahya, di Kota Pekalongan.

Berdasarkan pemeriksaan sementara oleh polisi, kecepatan bus diatas 110 km/jam. Saat melintas di lingkar tol Jangli itu, bus oleng kekanan kemudian menabrak pembatas jalan. Bus baru berhenti setelah menabrak tebing hingga terguling.

“Saya bangun bus sudah terbalik begini. Saya lihat sopir masih hidup, dibawa ke rumah sakit,” kata salah satu penumpang selamat, Biutomo, 30. Warga Stren, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Jawa Timur, ini mengaku duduk di bang ku kiri nomor 3 dari belakang bus. Rombongan berangkat dari Desa Dander, Bojonegoro, Kamis (19/2).

“Berangkat jam 16.00 WIB. Kami rombongan pengajian Jumat Kliwonan di kediaman Habib Luthfi, Pekalongan. Pengajiannya jam 06.00 pagi sampai jam 09.00. Jam 10.00, kami meluncur dari Pekalongan mau pulang ke Bojonegoro,” katanya di TKP.

Biutomo berhasil menyelamatkan diri melalui kaca jendela yang pecah. Dua saudaranya yang ikut rombongan juga selamat. Kapolrestabes Semarang Kom bes Pol Djihartono menyebutkan, bus seharusnya berjalan ke arah Tembalang (jalur ke Solo). Karena laju bus tak dapat dikendalikan, sehingga menabrak pembatas jalan sekitar 1 meter dan masuk ke arah sebaliknya. “Jadi busnya terbang dan jatuhnya terseret,” katanya.

Pantauan KORAN SINDO di lokasi kejadian, kecelakaan terjadi di jalan dengan tikungan tajam. Jarak antara lokasi bus awal membentur median jalan dengan tergulingnya bus hingga berhenti sekitar 100 meter. Tinggi median jalan itu sekitar 1 meter dan hanya mengalami kerusakan kecil seusai bus “terbang” melompati median jalan.

Proses evakuasi bus maupun penumpang berlangsung selama 5 jam. Sebagian besar penumpang tewas maupun luka kondisinya terjepit. Beberapa bahkan luka parah, baik di kepala maupun tangan. Seorang perempuan berjilbab terlihat masih hidup bisa dievakuasi dan dibawa ke RS Panti Wiloso Semarang. Beberapa korban juga dibawa ke RS Bhayangkara Semarang dan RSUP Dr Kariadi.

Proses evakuasi melibatkan tim SAR gabungan, di antaranya dari Basarnas Kantor SAR Se marang hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang. Sejumlah alat, termasuk alat berat crane digunakan untuk mengevakuasi korban dan bangkai bus.

Tim Traffic Accident Analysis (DVI) Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng tiba di TKP untuk penyelidikan. Para korban tewas dibawa ke RS Bhayangkara dan RSUP dr Kariadi Semarang. DVI juga membuka posko pengaduan orang hilang untuk proses identifikasi jenazah. Polisi juga mengumpulkan aneka barang penumpang, mulai dari jaket, tas, hingga telepon seluler (ponsel) yang berserakan di TKP.

Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali yang meninjau lokasi kejadian menegaskan kejadian ini merupakan kecelakaan tunggal. “Keterangan saksi yang disalip begitu, mungkin kecepatannya 110 km/jam,” katanya di TKP.

Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Pungky Bhuana mengatakan, data korban tewas tersebut diperoleh dari Rumah Sakit Bhayangkara dan RSUP Dr. Kariadi Semarang. “Sebanyak 10 jenazah di RS Bhayangkara, 6 jenazah lainnya di RSUP Dr Kariadi,” katanya.

Sopir bus, M. Husen, 56, hanya mengalami luka lecet di kepala dan tangan kiri. Dia kini dirawat di Ruang Flamboyan RS Bhayangkara Semarang. “Remnya blong . Saya seperti terbanting, kecepatannya pelan,” ungkap Husen dengan kondisi salah satu tangan terborgol dengan bangsal perawatan.

Namun, belum sempat memberikan cerita lebih banyak, petugas Polantas yang menjaga buru-buru me nyuruh awak media keluar ruang perawatan. Direktur Umum dan Operasional RSUP Dr Kariadi Semarang, dr Darwito mengatakan, tercatat 34 korban kecelakaan tol Jatingaleh dirawat di rumah sakitnya.

Terdiri dari 28 korban penderita luka ringan hingga berat, satu korban meninggal saat ditangani di rumah sakit rujukan itu. Pasien adalah rujukan dari RS St Elisabeth. Sementara lima korban meninggal saat dibawa perjalanan ke RSUP Dr Kariadi. “Sebagian pasien masih di IGD dan sebagian lagi di ruang rawat inap,” katanya.

Menurutnya, korban kecelakaan luka ringan bisa di izinkan pulang tadi malam. Namun, belum ada pasien yang memutuskan pulang dari rumah sakit.

Eka setiawan/ Hendrati hapsari
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
4 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
4 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
4 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
4 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
5 jam yang lalu
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved