196 Warga Karanganyar Diungsikan Karena Banjir

Jum'at, 20 Februari 2015 - 19:27 WIB
196 Warga Karanganyar...
196 Warga Karanganyar Diungsikan Karena Banjir
A A A
KARANGANYAR - Sebanyak 196 warga dari dua dusun di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar diungsikan ke tempat yang lebih aman karena luapan Sungai Bengawan Solo.

Luapan Bengawan Solo mulai terjadi Jumat dini hari (20/2/2015). Sebab sejak siang hingga malam, hujan deras mengguyur wilayah Karanganyar dan sekitarnya.

Luapan air kemudian menggenangi Dusun Daleman dan Jomboran yang letaknya berada di pinggiran sungai.

Sekitar pukul 01.30 WIB, warga mulai mengungsi karena air sudah mencapai ketinggian sekitar ½ meter.

“Yang letaknya dekat sungai, luapan air ada yang mencapai dua meter. Sedangkan yang agak jauh sekitar ½ meter,” kata Mulani salah satu warga Dusun Daleman.

Warga mengungsi ke rumah warga yang aman dari banjir serta tenda-tenda pengungsian yang didirikan tim SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar.

Sekitar pukul 09.00 WIB, air yang merendam pemukiman mulai surut. Warga secara berangsur angsur kembali ke rumahnya untuk bersih bersih.

Sebab air yang masuk ke rumah bercampur lumpur. Jika tidak segera dibersihkan, lumpur menjadi lengket. Luapan Bengawan Solo merupakan hal yang biasa bagi warga Dusun Daleman dan Jomboran.

Sebab hampir setiap tahun, mereka mengalami kejadian seperti ini. Sehingga, upaya antisipasi telah dilakukan sejak awal.

Mereka juga sudah tahu harus berbuat apa ketika sungai terpanjang di pulau Jawa itu mulai meluap.

Diantaranya dengan membuat rak-rak khusus di bawah atap. Ketika banjir datang, semua barang berharga disimpan di tempat itu.

Ketua RT 7 RW 6 Dusun Daleman, Budi Hari Satoto mengatakan, warga yang menjadi korban banjir tetap bersiaga meski air mulai surut.

Sebab sewaktu waktu air Bengawan Solo kembali meluap. Persoalan yang muncul pasca banjir yang dihadapi biasanya adalah ketersediaan air bersih. Sebab sumur milik warga menjadi kotor setelah kemasukan air bercampur lumpur.

“Kalau bantuan logistik sudah ada, tapi untuk persediaan air bersih mohon dibantu,” harap Budi.

Keruhnya air biasanya berlangsung hingga dua hari ke depan. Warga di wilayahnya rata-rata masuk kategori kurang mampu.

Namun sejauh ini belum tercover Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta tidak mendapat jatah beras miskin (Raskin).

Sedangkan mata pencahariannya sebagian besar sebagai buruh. Hanya dua KK yang sudah terdaftar sebagai keluarga sasaran raskin. Budi mengaku sudah mengusulkan warganya untuk mendapatkan fasilitas tersebut.
(sms)
Berita Terkait
Presiden AS Joe Biden:...
Presiden AS Joe Biden: Jakarta Tenggelam 10 Tahun Mendatang
Hal yang Dilakukan Ketika...
Hal yang Dilakukan Ketika Terjadi Bencana Banjir Bandang
Sejumlah Wilayah di...
Sejumlah Wilayah di Bekasi Masih Tergenang Banjir
Simak! Ini 10 Langkah...
Simak! Ini 10 Langkah Penyelamatan Diri dari Bencana Banjir
Daftar Beberapa Ruas...
Daftar Beberapa Ruas Tol yang Tergenang Menurut Jasa Marga
Jakarta Diancam Banjir,...
Jakarta Diancam Banjir, Tiga Hal Ini Perlu Diantisipasi
Berita Terkini
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
14 menit yang lalu
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
9 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
11 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
12 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
12 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
13 jam yang lalu
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved