Ahok Terancam Angkat Kaki dari Balai Kota

Selasa, 17 Februari 2015 - 18:46 WIB
Ahok Terancam Angkat...
Ahok Terancam Angkat Kaki dari Balai Kota
A A A
JAKARTA - DPRD DKI Jakarta optimistis jika hak angket terkait polemik APBD 2015 akan berjalan mulus. Dengan begitu, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan berhenti dari jabatannya.

Wakil Ketua DPRD Mohammad Taufik mengatakan, saat ini tengah mengumpulkan 106 tanda tangan anggota dewan sebagai dukungan untuk menggunakan hak angket dalam menyelidiki kebenaran APBD DKI 2015 sebesar Rp73,08 triliun yang telah diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri oleh Pemprov DKI Jakarta.

Menurut Taufik, APBD yang diserahkan tersebut bukanlah APBD yang disahkan pada 27 Januari lalu. Sebab, tidak ada tanda tangan Ketua DPRD, sekaligus Ketua Badan Anggaran (Banggar) Prasetyo Edi Marsudi.

"Ini jelas pelanggaran hukum. Kami optimis hak angket yang kami gunakan akan memberhentikan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta," kata Mohammad Taufik saat ditemui di lobi Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (17/2/2015).

Taufik menjelaskan, sesuai UU No 17 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri 2014, tentang Prosedur Pengesahan APBD diatur bahwa sebelum pengesahan, program-program kegiatan eksekutif terlebih dahulu disampaikan ke legislatif lalu disepakati dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS).

Setelah itu dibawa ke dalam rapat kerja antara Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan masing-masing komisi dan diteruskan ke Badan Anggaran (Banggar). Draf APBD yang telah dibahas oleh Banggar lalu diparipurnakan dan disahkan oleh tandatangan Gubernur DKI berbarengan dengan Ketua Banggar.

Ironisnya, kata politikus Gerindra tersebut, setelah disahkan, Ahok tidak melakukan pembahasan kembali terhadap APBD yang telah disahkan. Ahok memilih langsung mengirim draf tersebut ke Kemendagri. Faktanya, Kemendagri tidak mau menerima APBD tersebut dan dikembalikan ke Pemprov DKI lantaran tidak ada tanda tangan Ketua DPRD serta rincian penggunaan anggaran yang tidak jelas.

"Dari situ saja sudah terlihat bagaimana Ahok melanggar Undang-Undang. E-budgeting itu harusnya ada setelah pengesahan. Itu kan sistem transparansi bukan prosedur rancangan APBD," tegasnya.
(whb)
Berita Terkait
Penasaran, Ini Mahakarya...
Penasaran, Ini Mahakarya Gubernur DKI dari Sutiyoso hingga Anies
Saefullah, Sekda DKI...
Saefullah, Sekda DKI 4 Gubernur dari Jokowi, Ahok, Djarot hingga Anies
4 Gubernur Jakarta yang...
4 Gubernur Jakarta yang Dulunya Wagub dari Henk Ngantung hingga Djarot Saiful Hidayat
PDIP Godok Kader Internal...
PDIP Godok Kader Internal di Pilgub DKI: Ada Ahok, Djarot, Risma, dan Andika Perkasa
Ahok Kebanjiran Pertanyaan...
Ahok Kebanjiran Pertanyaan Soal Apikasi Jangkau Besutannya
Kaesang soal Ahok Mundur...
Kaesang soal Ahok Mundur dari Komut: Dari TKN Banyak Kok
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
1 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
1 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
1 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
2 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
2 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
2 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved