Gudang Pupuk Oplosan Digerebek

Jum'at, 13 Februari 2015 - 11:56 WIB
Gudang Pupuk Oplosan...
Gudang Pupuk Oplosan Digerebek
A A A
TEGAL - Aparat Kodim 0712/Tegal menggerebek sebuah gudang yang digunakan untuk menimbun dan mengoplos pupuk bersubsidi di Jalan Raya Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal kemarin dini hari.

Aparat menemukan sedikitnya 70 ton pupuk bersubsidi yang siap diedarkan sebagai pupuk nonsubsidi. Komandan Kodim 0712/Tegal Letkol (Inf) Jefson Marisano mengatakan, pihaknya melakukan pengintaian selama dua hari setelah mendapat laporan dari masyarakat curiga dengan keberadaan gudang yang selalu tertutup dan terkunci.

“Saat penggerebekan kami juga mengajak Kepala Balai Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Kramat dan PPL Kecamatan Kramat untuk mengecek,” ujarnya kemarin. Di dalam gudang petugas mendapati ratusan karung pupuk subsidi yang sedang dioplos menjadi pupuk nonsubsidi. Petugas juga mendapati adanya satu truk Colt Diesel bernomor polisi T 9343 E yang mengangkut puluhan karung pupuk yang sudah dioplos.

Pupuk tersebut rencananya akan dipasarkan ke Majalengka, Jawa Barat. Modus yang dilakukan dengan cara mengubah warna yang mencirikan pupuk subsidi menjadi warna pupuk nonsubsidi. Setelah itu, pupuk yang sudah diubah tersebut dimasukkan ke dalam karung berlabel pupuk nonsubsidi merek Nitrea produksi Pupuk Kujang untuk dijual dengan harga pupuk nonsubsidi agar mendapat keuntungan lebih banyak.

“Pupuk bersubsidi berwarna merah muda dengan harga Rp1.800 per kilo dan mencampurnya dengan Hidrogen Peroksida (H2O2) sehingga tampilan menjadi putih menyerupai pupuk nonsubsidi dan dijual ke pasaran seharga Rp4.000 per kilo,” paparnya. Bahan baku pupuk bersubsidi diperoleh dari pengecer di berbagai tempat.

Dari keterangan salah seorang karyawan yang diamankan, pemilik gudang adalah Mohamad Imam Noval, 28, warga Kabupaten Tegal. Adapun aktivitas pengolahan pupuk ilegal tersebut sudah berlangsung sejak Oktober 2014 dengan kapasitas produksi mencapai 16 ton per hari. “Proses selanjutnya kita serahkan ke kepolisian,” ujarnya.

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kramat Taryono mengatakan keberadaan pupuk subsidi yang ada di dalam gudang dipastikan ilegal karena pemilik gudang bukan distributor atau pengecer resmi. “Aktivitas yang ada di dalam gudang juga jelas mengurangi jatah petani dan merugikan petani,” ucapnya kemarin.

Kapolres Tegal AKBP Tommy Wibisono menerangkan, pihak yang mengaku sebagai pemilik gudang bersama dua karyawan lainnya masih dimintai keterangan. “Kita masih perlu waktu untuk mendalami siapa di belakangnya karena yang di dalam gudang saat digerebek hanya penjaga dan karyawan,” tandasnya kemarin.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang sejak Rabu (11/2) sore hingga kemarin sore melakukankunjungandiKotaTegal dan Kabupaten Brebes menyempatkan melihat kondisi gudang yang digerebek saat hendak kembali ke Semarang.

“Baru beberapa hari yang lalu kita melihat yang terjadi di Demak, kemarin saya tinjau di sana, hari ini terjadi disini. Saya menduga sudah menjadi satu modus. Caranya agak sedikit berbeda, di sana dioplos, di sini dicuci,” ucapnya.

Ganjar menegaskan dua kasus tersebut merupakan persoalan serius dalam pendistribusian pupuk bersubsidi karena sangat merugikan petani dan mengancam target ketahanan pangan Jawa Tengah. Dia menilai pendistribusian pupuk bersubsidi yang terbuka rawan memunculkan penyimpangan.

“Ini serius. Pidananya, kriminalnya, kita minta untuk dikejar. Saya juga akan bicarakan langsung ke Presiden, besok saya bertemu Presiden, karena ini serius. Di Jawa Tengah sudah dua,” ucapnya.

Farid firdaus
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
45 menit yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
1 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
2 jam yang lalu
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
5 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
9 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
9 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved