Salahkan PLN Soal Banjir, Ahok Dinilai Kerdil
Jum'at, 13 Februari 2015 - 04:31 WIB
Salahkan PLN Soal Banjir, Ahok Dinilai Kerdil
A
A
A
JAKARTA - Masalah banjir di Jakarta tidak akan pernah selesai hanya dengan menyalahkan pihak lain, salah satunya PLN. Seharusnya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok merangkul pihak lain untuk menuntaskan masalah itu.
"Kalau dia (Ahok) sibuk menyalahkan pihak lain, dia malah mengerdilkan dirinya sendiri. Dia itu kan saat ini sudah menjadi tokoh nasional," kata pengamat Jakarta, JJ Rizal, Kamis 12 Februari 2015.
Jika sikap seperti itu terus dipakai Ahok, dia menilai, mantan politikus Partai Gerindra ini sebenarnya tidak memiliki konsep menuntaskan masalah banjir di Jakarta. "Kalau terus begitu, dia (Ahok) juga memperlihatkan tidak punya konsep yang jelas dan menyeluruh dalam mengatasi banjir di Jakarta semasa kepemimpinannya," pungkasnya.
Menurut Rizal, Ahok sebenarnya tahu betul mengatasi banjir di Jakarta bukan hanya mengandalkan pompa. Namun melakukan pengerukan, normalisasi kali, memperbaiki, merawat drainase di Jakarta, dan mengevaluasi serta mengaudit persyaratan gedung dalam pembuatan Ruang Terbuka Hijau (RTH), dan sumur resapan.
Masyarakat Jakarta berharap dengan terpilihnya Jokowi menjadi Presiden, banjir di Jakarta cepat teratasi. Untuk itu, Ahok harus duduk tenang memikirkan rencana yang menyeluruh secara jelas.
"Jangan ke Istana (Negara) cuma meminta PLN menghidupkan listrik. Susun rencana yang serius bagaimana menangani banjir semasa pemerintahan dia (Ahok). Ini kan warisan yang tidak bisa ditangani dengan marah-marah, dan menyalahkan pihak lain," tandasnya.
Sebelumnya, Ahok menyalahkan banjir yang terjadi di wilayah Jakarta Utara karena pompa air di kawasan Pluit tidak berfungsi maksimal. Hal itu disebabkan PLN mematikan lampu di wilayah tersebut. Kemudian, Ahok juga menyalahkan lemahnya kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta 20-30 tahun lalu.
"Kalau dia (Ahok) sibuk menyalahkan pihak lain, dia malah mengerdilkan dirinya sendiri. Dia itu kan saat ini sudah menjadi tokoh nasional," kata pengamat Jakarta, JJ Rizal, Kamis 12 Februari 2015.
Jika sikap seperti itu terus dipakai Ahok, dia menilai, mantan politikus Partai Gerindra ini sebenarnya tidak memiliki konsep menuntaskan masalah banjir di Jakarta. "Kalau terus begitu, dia (Ahok) juga memperlihatkan tidak punya konsep yang jelas dan menyeluruh dalam mengatasi banjir di Jakarta semasa kepemimpinannya," pungkasnya.
Menurut Rizal, Ahok sebenarnya tahu betul mengatasi banjir di Jakarta bukan hanya mengandalkan pompa. Namun melakukan pengerukan, normalisasi kali, memperbaiki, merawat drainase di Jakarta, dan mengevaluasi serta mengaudit persyaratan gedung dalam pembuatan Ruang Terbuka Hijau (RTH), dan sumur resapan.
Masyarakat Jakarta berharap dengan terpilihnya Jokowi menjadi Presiden, banjir di Jakarta cepat teratasi. Untuk itu, Ahok harus duduk tenang memikirkan rencana yang menyeluruh secara jelas.
"Jangan ke Istana (Negara) cuma meminta PLN menghidupkan listrik. Susun rencana yang serius bagaimana menangani banjir semasa pemerintahan dia (Ahok). Ini kan warisan yang tidak bisa ditangani dengan marah-marah, dan menyalahkan pihak lain," tandasnya.
Sebelumnya, Ahok menyalahkan banjir yang terjadi di wilayah Jakarta Utara karena pompa air di kawasan Pluit tidak berfungsi maksimal. Hal itu disebabkan PLN mematikan lampu di wilayah tersebut. Kemudian, Ahok juga menyalahkan lemahnya kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta 20-30 tahun lalu.
(mhd)