Jumlah Penderita DBD Terus Bertambah, 3 Orang Meninggal

Rabu, 11 Februari 2015 - 16:57 WIB
Jumlah Penderita DBD...
Jumlah Penderita DBD Terus Bertambah, 3 Orang Meninggal
A A A
MAJALENGKA - Jumlah penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Majalengka terus bertambah. Tiga orang meninggal dunia.

Terkait hal itu, Wakil Bupati Majalengka, Karna Sobahi meminta agar setiap puskesmas memaspadai serangan DBD di wilayah masing-masing.

"Saya minta seluruh kepala puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka untuk mewaspadai serangan penyakit DBD. Mengingat saat ini jumlahnya terus meningkat," kata Karna, Rabu (11/2/2015).

Berdasarkan data yang terimanya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, awal tahun ini saja penderita DBD sudah mencapai 89 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 3 orang telah meninggal dunia.

Sementara sepanjang 2014 lalu angka penderita DBD sebanyak 118 orang dengan jumlah korban yang meninggal dunia sebanyak 4 orang. "Harus benar-benar diwaspadai, awal tahun saja jumlahnya sudah banyak," timpal Karna.

Terlebih, lanjut Karna, karena saat ini curah hujan di Kabupaten Majalengka cukup tinggi. Tingginya hujan bisa menyebabkan genangan air

bersih sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab demam berdarah.
Da pun meminta seluruh camat untuk bekerjasama dengan puskesma agar gencar menyosialisasikan kepada masyarakat, untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan masing-masing.

"Rutin menguras bak mandi, membersihkan pot bunga terutama tanaman yang memiliki daun yang bisa menampung air, karena itu akan dijadikan tempat perkembangbiakan nyamuk," ujarnya.

Sementara itu Kepala Seksi Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2L) Dinkes Kabupaten Majalengka, Ence, menjelaskan, jika penyebaran penyakit DBD di Kabupaten Majalengka selama beberapa tahun terakhir sudah mencapai hingga wilayah selatan Majalengka.

Padahal, dataran tinggi dan perbukitan yang secara teori nyamuk pun tidak akan tumbuh dan berkembang.

Namun nyatanya, saat ini Kecamatan Bantarujeg, Cikijing, Malausma, Talaga dan Banjaran yang berada di atas ketinggian 1.000 diatas permukaan laut tidak bebas dari pertumbuhan nyamuk. "Saat ini hanya Kecamatan Lemahsugih yang masih bebas DBD," kata Ence.

Penyebaran kasus DBD yang tidak lagi hanya muncul di kawasan utara Majalengka, atau kawasan dataran rendah kemungkinan disebabkan oleh mobilitas penduduk yang tinggi.

Juga perkembangan wilayah perkotaan, perubahan iklim serta perubahan kepadatan dan distribusi penduduk.

Dia menyatakan, fogging sendiri merupakan tindakan akhir yang dilakukan pihaknya dalam menangani DBD.

Pencegahan sendiri sesungguhnya dapat dilakukan masyarakat melalui tindakan menguras, menutup, dan menimbun.
(sms)
Berita Terkait
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
Peran Masyarakat dalam...
Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga dari Ancaman DBD
Takeda dan Alodokter...
Takeda dan Alodokter Berkolaborasi Melawan DBD di Indonesia
Angkak dan Sari Kurma...
Angkak dan Sari Kurma Bantu Trombosit Pasien DBD Naik? Ini Faktanya!
Saat Pendemi Covid-19,...
Saat Pendemi Covid-19, Ratusan Anak di Blitar Terserang DBD
Kolaborasi Kemenkes...
Kolaborasi Kemenkes dan Takeda Edukasi Pencegahan Dini untuk Tangkal DBD
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
1 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
1 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
2 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
4 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
4 jam yang lalu
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved