Pasokan Gas Turun Lagi Jadi 5 MMSCFD

Rabu, 11 Februari 2015 - 15:23 WIB
Pasokan Gas Turun Lagi...
Pasokan Gas Turun Lagi Jadi 5 MMSCFD
A A A
MEDAN - Pasokan gas di Sumatera Utara (Sumut) terus berkurang setiap tahun. Tahun ini, pasokan yang bisa dialirkan ke pelanggan diperkirakan hanya 5 million metric cubic feet per day (mmscfd) atau 5 juta kaki kubik per hari atau turun dari tahun 2014 yang berkisar 7 mmscfd.

General Manager PT PGN SBU III Sumbagut, Yosviandri, mengatakan, mereka sedang memperjuangkan perpanjangan kontrak pasokan itu pada tahun ini. Pasokan 5 mmscfd itu untuk memenuhi kebutuhan 50 pelanggan industri, dan 19.000 pelanggan rumah tangga, serta 500 pelanggan komersial.

PGN tidak bisa berbuat banyak atas pengurangan itu karena memang pasokannya memang sudah tidak ada. Bahkan, dari BenggaladiKabupatenLangkat juga saat ini hanya bisa memasok 0,8 mmscfd dari sebelumnya bisa mencapai 3 mmscfd. “Kalau pasokan masih ada, pasti diperpanjang (kontraknya).

Untuk itu, kami terus berupaya meminta penambahan (pasokan),” ucapnya saat audiensi KORAN SINDO MEDAN ke Kantor PGN SBU Unit III Sumbagut di Medan, Selasa (10/2). Menanggapi persoalan ini, Ketua Asosiasi Pengusaha Pemakai Gas (Apigas) Sumut, Johan Brien, berharap PGN memiliki strategi untuk menambah pasokan gas ke wilayah ini, tidak hanya tergantung kontrak dengan Pertamina.

Beberapa upaya yang bisa dilakukan seperti pembangunan mini-liquefied natural gas (LNG), hendaknya bisa dipercepat sehingga pelaku usaha memiliki tambahan pasokan meskipun tidak besar. “Pengusaha jangan dibiarkan bingung sendiri tidak tahu mau berbuat apa. Jangan sampai nanti ada informasi baru tapi ternyata tidak menggembirakan. Itu tentu menyulitkan kami,” ucapnya.

Ketika ditanya mengenai tambahan pasokan dari PT Pertagas yang diproyeksikan mengalir ke industri pada pertengahan tahun ini, Johan mengaku belum mendapat informasi pasti. Sejauh ini informasi yang disampaikan manajemen Pertagas sebelumnya mengenai target operasi selalu meleset.

“Sebelumnya Pertagas menyampaikan Oktober 2014 sudah mengalir, ternyata bukan ke industri. Selanjutnya awal tahun ini, tapi ternyata mundur ke pertengahan tahun, jadi belum ada yang pasti,” ujarnya. Ekonom Sumut, Kasyful Mahali, menilai, sudah seharusnya sekarang perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) baik di daerah maupun pusat bahkan hingga Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menjalankan tugas memperjuangkan segala kepentingan di daerah.

Kalaupun tidak bisa memprioritaskan gas ke Sumut, hendaknya pemerintah pusat memberikan kesempatan kepada swasta berinvestasi pada sektor itu seperti yang sudah dilakukan negara lain.

Jelia amelida
(bbg)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu...
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu Sumatera Utara
Berita Terkini
Raih Penghargaan Garda...
Raih Penghargaan Garda Kemanusiaan Aceh, Safrizal: Penanganan Bencana Kerja Kolaboratif
51 menit yang lalu
Malam Ini, Lampu Jalan...
Malam Ini, Lampu Jalan Protokol Jakarta hingga Monas Bakal Dipadamkan Sejam
1 jam yang lalu
Bawa Molotov saat Demo...
Bawa Molotov saat Demo Mahasiswa, Satu Pengunjuk Rasa Jadi Tersangka
1 jam yang lalu
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
1 jam yang lalu
Gudang di Pluit Karang...
Gudang di Pluit Karang Karya Barat Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan
1 jam yang lalu
Warga Jakarta Bisa Liburan...
Warga Jakarta Bisa Liburan Gratis ke Ancol Akhir Juni, Kuota Terbatas!
2 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved