Lampu Merah Mati, Dishub Sebut Karena Tua
Rabu, 11 Februari 2015 - 14:30 WIB
Lampu Merah Mati, Dishub Sebut Karena Tua
A
A
A
BANDUNG - Sekitar 60% dari 137 lampu lalu lintas (traffic light) yang ada di Kota Bandung berusia tua. Akibatnya, banyak lampu lalu lintas yang ti dak berfungsi, terutama pada mu sim hujan.
Kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan. Berdasarkan pantauan, tercatat ada enam lampu lalu lintas yang mati. Enam titik ada diperempatan Jalan Inggit Garnasi MohToha, perempatan Jalan Ci badak-Astanaanyar, Jalan Cihapit, perempatan Jalan Riau-Aceh, perempatan Jalan Riau- Banda, dan Jalan Trunojoyo. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas semrawut.
Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu lintas Dishub Kota Bandung Yudhiana menuturkan, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait hal tersebut dan langsung menurunkan tim untuk memperbaiki lampu lalu lintas yang mati. “Kami sudah mengirim petugas untuk memperbaiki lampu lalu lintas yang mati.
Traffic light yang di perempatan Jalan Ing git Garnasi-Moh Toha, perepatan Jalan Cibadak-Astanaanyar sudah dibetulkan. Sisanya, kami perbaiki secara bertahap. Sekarang dalam proses lelang, sudah mulai tahap penyusunan dokumen. Akhir maret sudah selesai pemenang lelang dan langsung diperbaiki,” ujarnya saat ditemui KORAN SINDO, di kantornya Jalan Soekarno Hatta kemarin Menurut Yudhi, ada beragam faktor penyebab banyaknya lampu lalu lintas yang tidak berfungsi.
Salah satunya faktor usia dari lampu lalu lintas yang sudah udzur. “60% lampu lalu lintas yang ada, saat ini tergolong sudah tua, karena digunakan sejak 1996. Terutama bagian control boks yang sudah termakan usia,” katanya. Padahal kata Yudhi pihaknya telah rutin melakukan perawatan berkala terhadap lampu lalu lintas yang ada di Kota Bandung. Namun karena usia yang terlalu lama, banyak lampu lalu lintas yang mati.
“Idealnya lampu traffic light memiliki masa pakai tidak lebih dari 5-10 tahun. Kami kan punya ruang kendali (control center roomATCS) milik dishub, karena faktor usia tadi, banyak yang sudah tidak tersambung lagi dengan control center,” ungkapnya.Menurut Yudhi, pihak dishub sendiri telah mengganti secara bertahap lampu lalu lintas yang sudah tua.
Sejak 2012 beberapa lampu lalu lintas terutama di jalan protokol seperti Dago, Cipaganti, Cihampelas, Asia Afrika, Merdeka, Riau dan sepanjang Jalan Soakarno Hatta telah diperbaharui. “Sejak 2012 kami ganti secara bertahap. Ada 24 traffic light ditambah 32 CCTV yang terpasang. Dengan begitu kami bisa terus memonitor persimpangan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bandung Enjang Mulyana mengatakan, sejumlah lampu lalu lintas yang mati biasanya disebabkan adanya komponen yang rusak. Terlebih saat memasuki musim hujan seperti sekarang. “Kemungkinan besar komponen konslet. Biasanya kalau kena hujan, problemnya sama. Atau biasanya ada juga beberapa komponen yang hilang dicuri,” katanya.
Keluhan mengenai lampu pengatur lalu lintas yang mati juga dikeluhkan warga di media sosial. Seperti diungkapkan pemilik akun @bfpriyanka yang menulis : TL Ciateul mati, belum ada petugas, sempat terjadi tabrakan juga #lalinBDG. “TL Tegalega ITC mati, tidak ada petugas kepolisian, jadinya macet bangeeet,” tulis pemilik akun @dinny_bhakti.
Dian rosadi
Kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan. Berdasarkan pantauan, tercatat ada enam lampu lalu lintas yang mati. Enam titik ada diperempatan Jalan Inggit Garnasi MohToha, perempatan Jalan Ci badak-Astanaanyar, Jalan Cihapit, perempatan Jalan Riau-Aceh, perempatan Jalan Riau- Banda, dan Jalan Trunojoyo. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas semrawut.
Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu lintas Dishub Kota Bandung Yudhiana menuturkan, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait hal tersebut dan langsung menurunkan tim untuk memperbaiki lampu lalu lintas yang mati. “Kami sudah mengirim petugas untuk memperbaiki lampu lalu lintas yang mati.
Traffic light yang di perempatan Jalan Ing git Garnasi-Moh Toha, perepatan Jalan Cibadak-Astanaanyar sudah dibetulkan. Sisanya, kami perbaiki secara bertahap. Sekarang dalam proses lelang, sudah mulai tahap penyusunan dokumen. Akhir maret sudah selesai pemenang lelang dan langsung diperbaiki,” ujarnya saat ditemui KORAN SINDO, di kantornya Jalan Soekarno Hatta kemarin Menurut Yudhi, ada beragam faktor penyebab banyaknya lampu lalu lintas yang tidak berfungsi.
Salah satunya faktor usia dari lampu lalu lintas yang sudah udzur. “60% lampu lalu lintas yang ada, saat ini tergolong sudah tua, karena digunakan sejak 1996. Terutama bagian control boks yang sudah termakan usia,” katanya. Padahal kata Yudhi pihaknya telah rutin melakukan perawatan berkala terhadap lampu lalu lintas yang ada di Kota Bandung. Namun karena usia yang terlalu lama, banyak lampu lalu lintas yang mati.
“Idealnya lampu traffic light memiliki masa pakai tidak lebih dari 5-10 tahun. Kami kan punya ruang kendali (control center roomATCS) milik dishub, karena faktor usia tadi, banyak yang sudah tidak tersambung lagi dengan control center,” ungkapnya.Menurut Yudhi, pihak dishub sendiri telah mengganti secara bertahap lampu lalu lintas yang sudah tua.
Sejak 2012 beberapa lampu lalu lintas terutama di jalan protokol seperti Dago, Cipaganti, Cihampelas, Asia Afrika, Merdeka, Riau dan sepanjang Jalan Soakarno Hatta telah diperbaharui. “Sejak 2012 kami ganti secara bertahap. Ada 24 traffic light ditambah 32 CCTV yang terpasang. Dengan begitu kami bisa terus memonitor persimpangan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bandung Enjang Mulyana mengatakan, sejumlah lampu lalu lintas yang mati biasanya disebabkan adanya komponen yang rusak. Terlebih saat memasuki musim hujan seperti sekarang. “Kemungkinan besar komponen konslet. Biasanya kalau kena hujan, problemnya sama. Atau biasanya ada juga beberapa komponen yang hilang dicuri,” katanya.
Keluhan mengenai lampu pengatur lalu lintas yang mati juga dikeluhkan warga di media sosial. Seperti diungkapkan pemilik akun @bfpriyanka yang menulis : TL Ciateul mati, belum ada petugas, sempat terjadi tabrakan juga #lalinBDG. “TL Tegalega ITC mati, tidak ada petugas kepolisian, jadinya macet bangeeet,” tulis pemilik akun @dinny_bhakti.
Dian rosadi
(bbg)