Kasus Perambahan Hutan Marak di Angkola Sangkunur

Jum'at, 06 Februari 2015 - 11:52 WIB
Kasus Perambahan Hutan...
Kasus Perambahan Hutan Marak di Angkola Sangkunur
A A A
TAPANULI SELATAN - Kasus perambahan hutan di Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) diduga semakin marak.

Namun, hingga saat ini belum ada tindakan dari penegak setempat untuk menertibkannya. Menurut pantauan KORAN SINDO MEDAN di lokasi, puluhan kubik kayu yang sudah diolah diangkut melalui jalur Sungai Batangtoru. Kayu-kayu tersebut diduga berasal dari salah satu daerah bernama Aek Rambe.

Menurut informasi yang diperoleh dari warga, setiap hari, lima sampai sepuluh kapal pengangkut kayu terlihat hilir mudik di Sungai Batangtoru, tepatnya di Kecamatan Angkola Sangkunur. Para pekerja dan pemilik kapal berasal dari daerah lain sehingga warga di sekitar lokasi pengangkutan tidak mengenal oknum-oknum yang setiap hari mengangkut kayu dari daerah tersebut.

“Kami tidak berani melarang karena kami menduga mereka dilindungi oknum-oknum di kepolisian,” ungkap salah seorang warga Kelurahan Raniate yang meminta namanya tidak disebutkan kepada KORAN SINDO MEDAN , Kamis (5/2).

Aksi tersebut sudah berlangsung lebih kurang enam bulan. Sampah sisa pengelolaan kayu ditemukan di sepanjang sungai, apalagi saat musim hujan. Warga berharap kepada pihak penegak hukum segera menertibkan aksi perambahan hutan itu karena berdampak buruk terhadap kehidupan warga sekitar. “Jujur saja, kami di kelurahan ini takut datang banjir yang lebih besar karena aksi pembukaan lahan di daerah ini semakin marak,” tuturnya.

Sayangnya, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tapsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Parluatan Siregar, tidak bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Meskipun sudah beberapa kali dihubungi ke nomor telepon selulernya, tidak ada jawaban.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Pemkab Tapsel, Awalluddin Sibarani, mengaku belum mengetahui aksi perambahan hutan tersebut. Selama ini mereka belum mendapatkan laporan dari masyarakat baik secara langsung maupun lisan. Namun, dia akan memerintahkan polhut memastikan kebenarannya.

“Kalau memang terbukti ada perambahan hutan, saya akan melakukan tindakan,” ujarnya ketika dihubungi melalui telepon selulernya, kemarin.

Zia ul Haq Nasution
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu...
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu Sumatera Utara
Berita Terkini
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
31 menit yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
1 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
2 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
3 jam yang lalu
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
6 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
10 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved