Butuh Perlindungan Pemerintah

Kamis, 05 Februari 2015 - 11:33 WIB
Butuh Perlindungan Pemerintah
Butuh Perlindungan Pemerintah
A A A
KUDUS - Eksistensi industri rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Kabupaten Kudus kian terancam. Himpitan regulasi, ketatnya persaingan, dan maraknya rokok ilegal membuat industri yang menyerap banyak tenaga kerja ini kembang kempis.

Pemilik pabrik rokok (PR) Kembang Arum, Peter MF, mengatakan industri SKT semakin sulit berkembang dalam sepuluh tahun terakhir. Jangankan mengembangkan usaha, pihaknya hanya dapat bertahan agar usahanya tidak bangkrut. Beberapa tahun lalu, PR Kembang Arum dapat mempekerjakan ratusan buruh rokok, tapi kini hanya tinggal sekitar 50-75 orang.

“Sebenarnya saya malah ingin menutup usaha ini. Namun karena alasan kemanusiaan akhirnya tetap saya pertahankan. Kalau saya tutup, bagaimana nasib puluhan pekerja itu,” kata Peter saat ditemui di gudangnya kemarin.

Menurut Peter, berbagai regulasi menghimpit industri SKT. Mulai dari aturan luasan tempat produksi, kenaikan tarif cukai, pajak ganda, dan lain sebagainya. Masih diperparah dengan harga bahan baku seperti cengkeh dan tembakau yang naik dari tahun ke tahun. Selain itu, ada kompetisi antarperusahaan yang ketat. Pabrikan besar ternyata juga menyasar pangsa pasar rokok kelas guram.

Kondisi ini masih diperparah dengan maraknya rokok ilegal yang harga jualnya jauh lebih murah. “Orang cenderung memilih yang harganya murah. Makanya, usaha SKT resmi saat ini hanya sekadar bertahan dan bertahan saja,’’ ujarnya Kondisi serupa juga diungkapkan pemilik PR Madja, Umar Ali.

Umar juga mengaku sejak lama ingin menutup industri SKT yang digelutinya. Namun karena merasa bertanggung jawab dengan nasib karyawannya, usaha tersebut akhirnya tetap dipertahankannya. Umar menuding pemerintah tidak punya komitmen melindungi industri kretek Tanah Air. Pemerintah dinilai cenderung membuka pintu bagi masuknya korporasi asing untuk menguasai pasar rokok dalam negeri.

Menurut Ketua Harian Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK) Agus Sarjono, industri SKT sangat membutuhkan perlindungan dari pemerintah. Pengambil kebijakan mestinya bisa melindungi industri rokok kretek yang merupakan warisan budaya ekonomi asli negeri ini. “Regulasi pemerintah itu sebenarnya mengganggu pelaku industri rokok. Itu sudah bukan rahasia lagi,” tandasnya.

Di Kudus ada lebih dari 50.000 buruh rokok yang bekerja di barak atau gudang produksi rokok SKT. Bila ditambah dengan sentra produksi serupa di daerah lainnya, jumlahnya dimungkinkan dapat mencapai ratusan ribu bahkan jutaan buruh.

Menurut Agus, jika tidak ada perlindungan dari pemerintah, selain akan mengurangi pendapatan negara, tapi juga akan mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) buruh yang bekerja di sektor industri SKT. “Industri SKT itu padat karya. Oleh karena itu, butuh perlindungan dan komitmen dari pemerintah,” ucapnya.

Muhammad oliez
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
5 jam yang lalu
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
5 jam yang lalu
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
6 jam yang lalu
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
6 jam yang lalu
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
7 jam yang lalu
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
7 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved