Bisnis Kripik Tahu Tembus Rp10 Juta per Bulan

Rabu, 04 Februari 2015 - 04:07 WIB
Bisnis Kripik Tahu Tembus...
Bisnis Kripik Tahu Tembus Rp10 Juta per Bulan
A A A
KAJEN - Tahu, bukan sesuatu yang asing bagi warga Indonesia. Sebab, hampir setiap hari dan setiap warung di Indonesia dipastikan menjual tahu. Namun, kebanyakan tahu dijual dalam bentuk gorengan.

Sebab tahu dikenal memiliki kandungan protein tinggi, yang bagus untuk dikonsumsi.

Di Kabupaten Pekalongan, tahu dikemas secara berbeda. Kali ini, tahu dikemas menjadi sebuah keripik. Meski dikemas secara berbeda, namun tak menghilangkan kandungan gizi di dalamnya. Adalah Didik Usmanto (34), salah seorang perajin kripik tahu yang ada di Kabupaten Pekalongan.

Dia sudah sekitar lima tahun menggeluhi usaha berbahan dasar tahu itu. "Sekitar 4-5 tahun saya usaha ini (kripik tahu)," katanya.

Dibantu istrinya, Milasari, 30, warga Perum Griya Permata Indah, Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan itu, mengerjakan seluruh proses pembuatannya. Bahan baku tahu diperolehnya dari para produsen tahu di sekitarnya.

"Saya pesan khusus dari perajin tahunya. Sebab harus tahu putih yang memiliki serat lembut. Kalau tahu kuning tidak bisa," ujarnya.

Bapak satu anak itu menjelaskan, tahu putih yang dipesan khusus tersebut kemudian diiris dengan potongan yang tipis. Setelah itu, dia mmenyiapkan tepung beras pilihan dan beberapa bumbu. "Bumbu umum saja, seperti bawang putih, garam dan tumbar. Kemudian diaduk dengan tepung beras tadi," jelasnya.

Setelah itu, irisan tahu yang telah dicelup ke adonan bumbu dan tepung tersebut kemudian digoreng. Dalam penggorengan tahap pertama itu, kripik harus benar-benar kering.

"Setelah digoreng, kripik tahu ini disimpan selama sepekan. Tujuannya untuk menghilangkan minyak dan proses fermentasi, agar lebih enak dan renyah. Plastik untuk menyimpan harus benar-benar rapat, agar hasilnya maksimal," terangnya.

Jika sudah sepekan penyimpanan, lanjut dia, kripik tahu kembali digoreng. Proses penggorengan kedua tersebut hanya beberapa menit saja. "Penggorengan yang kedua hanya untuk memanaskan kripik saja. Jadi tidak butuh waktu lama. Setelah itu tinggal dikemas," tukasnya.

Ayah dari Yusuf Fairus itu mengaku, dalam sebulan dia mampu memproduksi hingga 1.000 bungkus jajanan khas Pekalongan itu. Omsetnya perbulan kini mencapai Rp 10juta. "Saya jual ukuran 200 gram Rp11.000. Omset per bulan sekarang Rp10 juta, tapi itu omset kotor," katanya.

Saat ini dia baru bisa memenuhi permintaan sekitar eks Karisidenan Pekalongan saja. Sebab dia terkendala kurangnya karyawan.

"Permintaan sebetulnya banyak dan naik terus, sampai saya kewalahan. Karyawan baru dapat sudah keluar, sebab kesulitan saat menggorengnya. Kalau terlalu lama gosong, tapi kalau kurang matang tidak mengembang. Jadi sementara saya kerjakan berdua saja dengan istri," ujarnya.

Sementara Kepala Desa Tanjungsari, Agus Bowo, mengapresiasi kripik tahu karya Didik tersebut. Sebab selain melestarikan makanan khas Pekalongan, juga bisa membuka lapangan kerja. "Selain itu, tahu mengandung gizi, ada kabohidrat, protein dan lemak, vitamin b kompleks. Disisi lain harganya murah," tambahnya.
(lis)
Berita Terkait
Dukung UMKM Ekspor,...
Dukung UMKM Ekspor, Sampoerna Bawa Wirausaha Gorontalo ke Trade Expo Indonesia 2023
Pentingnya Mendorong...
Pentingnya Mendorong Jiwa Wirausaha demi Keberlanjutan Hidup
KIWI Challenge Bangkitkan...
KIWI Challenge Bangkitkan Minat Wirausaha Generasi Muda
Western Sydney University...
Western Sydney University Kenalkan Konsep Side Hustle kepada Pelajar Indonesia
64 Mahasiswa Nobel Indonesia...
64 Mahasiswa Nobel Indonesia Kantongi Nomor Induk Berusaha
Bekali 50 Wirausaha,...
Bekali 50 Wirausaha, Bank Mandiri Taspen Dorong Mantapreneur Go Ekspor
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
19 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
1 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
2 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
2 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
2 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
3 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved