Birokrasi Pemprov Mengkhawatirkan

Senin, 02 Februari 2015 - 11:21 WIB
Birokrasi Pemprov Mengkhawatirkan
Birokrasi Pemprov Mengkhawatirkan
A A A
MEDAN - Sejumlah jabatan eselon di jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) saat ini diemban pejabat setingkat pelaksana harian (Plh).

Kondisi ini diprediksi berlangsung lama setelah jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provsu yang notabene Badan Pertimbangan Jabatan Kepangkatan (Baperjakat) ternyata juga menyandang Plh. Diketahui, saat ini jabatan kepala dinas sosial disandang Asren Nasution sebagai Plh sejak dua pekan lalu.

Jabatan ini terpaksa dijabat pelaksana harian, karena kepala dinas sebelumnya, Alexius Purba, memasuki usia pensiun. Kemudian Kepala Inspektorat Provsu, selama ini disandang Hasban Ritonga. Setelah Hasban dilantik menjadi Sekdaprovsu, jabatan ini juga dipegang pelaksana. Diketahui, pekan lalu, jabatan Sekdaprovsu juga diserahkan pada Asisten II Provsu, Sabrina, sebagai Plh, sampai kasus hukum Hasban Ritonga selesai.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar, menilai kondisi ini bakal membuat kondisi birokrasi dan pelayanan publik di Pemprovsu semakin memprihatinkan . Jabatan eselon dua yang banyak disandang Plh/Plt, pasti mengganggu kinerja Pemprovsu atau SKPD itu sendiri.

“Akan banyak kebijakan yang tidak bisa berjalan. Gubsu harus segera mendefenitifkan. Tidak bisa membiarkan kondisi seperti ini lama terjadi, supaya ada kewenangan penuh untuk memaksimalkan pelayanan,” katanya, kemarin.

Jika kondisi berlangsung lama, pihaknya khawatir akan menguatkan asumsi negatif pada Pemprovsu. Misalnya, soal untuk mendapatkan jabatan dengan harus membayar. “Asumsi publik semacam ini tidak terhindarkan. Makanya, supaya tidak muncul asumsi macam-macam, Gubsu harus cepat mengatasinya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dengan pejabat defenitif saja, kinerja pelayanan publik SKPD Pemprovsu masih ada yang masuk kategori merah dari Ombudsman, contohnya dinas sosial. Menurutnya, hal ini juga harus dicermati oleh Gubsu agar dia tidak diasumsikan macam-macam oleh publik. “Dengan pejabat defenitif saja masih merah. Bagaimana kalau dijabat Plh,” katanya.

Kemudian selain kinerja pelayanan publik, kinerja birokrasi di Pemprovsu juga mengkhawatirkan. Hal itu dialami langsung oleh Ombdusman Perwakilan Sumut. Pihaknya juga sudah mengirimkan surat ke Sekdaprovsu, untuk meminta data SKPD yang melakukan pelayanan publik sekitar tiga pekan lalu.

Data itu diperlukan untuk monitoring pelayanan publik, yang dilakukan Ombudsman bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia pun berharap Pemprovsu bersatu untuk memperbaiki pelayanan publik. Sebab UU Pemda No 23/2014, ada secara khusus mengatur pelayanan publik yakni dalam Bab 13.

Dalam Pasal 351 kata dia, ada peraturan bahwa jika rekomendasi Ombudsman, tidak dijalankan oleh kepala daerah, maka kepala daerah bisa disekolahkan ke Kemendagri untuk beberapa lama.

Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Sumatera Utara (USU) Agus Suriadi, mengatakan, gubernurt seharusnya segera menindaklanjuti kondisi birokrasi yang ada di jajarannya. “Mumpung ini masih awal tahun. Saya juga menyarankan agar Gubsu menyahuti masukan Ombdusman ini,” bebernya.

Di sisi lain, kata dia, gubernur juga perlu melakukan evaluasi pada pimpinan SKPD yang tidak maksimal bekerja sesuai hasil evaluasi pelaksanaan APBD 2014 agar jelas indikatornya. Dengan indikator yang terukur itu, masyarakat bisa memahami apa yang dilakukan Pemprovsu.

Fakhrur Rozi
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
7 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
2 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
2 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
3 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved