Shelter PKL Kariadi Dibangun Lagi

Minggu, 01 Februari 2015 - 11:08 WIB
Shelter PKL Kariadi...
Shelter PKL Kariadi Dibangun Lagi
A A A
SEMARANG - Shelter pedagang kembali dibangun di atas trotoar Jalan Menteri Supeno, tepatnya di samping RSUP Dr Kariadi Semarang.

Padahal beberapa waktu lalu Satpol PP Kota Semarang menertibkan kawasan itu dari pedagang kaki lima (PKL). Anehnya, tidak ada yang bertanggung jawab terhadap pembangunan shelter itu. Berbagai pihak tidak mengetahui siapa yang membangun shelter tersebut. Pantauan KORAN SINDO di lapangan, shelter-shelter baru itu belum selesai di bangun.

Kerangka sudah berdiri tegap di atas trotoar yang dulu sempat dibongkar Satpol PP Kota Semarang dari aktivitas para pedagang. Beberapa pot bunga besar yang tadinya berada di lokasi itu tiba-tiba menghilang. Lokasi yang awalnya akan dijadikan taman itu kini disulap menjadi shelter PKL bercat merah. “Kami tidak tahu itu yang membuat siapa. Apa dari rumah sakit atau dari mana, kami belum mendapat laporan,” kata Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Tridjoto Sarjoko saat dikonfirmasi kemarin.

Lurah Randusari Kota Semarang Edwin Noya saat dikonfirmasi juga mengaku tidak tahu. Berdasarkan informasi yang dihimpun, shelter itu dibangun oleh Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ) Kota Semarang.

“Kalau tidak salah itu dari PPJ, bukan kami yang membuatnya,” ujarnya. Disinggung mengenai perizinan pembangunan shelter di atas trotoar dan saluran air, Edwin mengaku tidak tahu. Dia berkilah yang memberikan izin adalah dari kecamatan. “Mungkin dari kecamatan, kami tidak tahu karena kami hanya membantu menjaga kebersihan di wilayah kami,” ucapnya.

Anggota Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang DjokoSetijowarno mengatakan, pembangunan shelter PKL di atas trotoar dan saluran air Kariadi jelas menyalahi aturan. Apalagi Satpol PP beberapa waktu lalu telah melakukan penertiban di lokasi itu. “Tapi ini kok dibangun lagi seolah-olah Pemkot Semarang melegalkan aktivitas PKL di lokasi itu. Ini kan aneh,” katanya.

Djoko menduga pembangunan shelter PKL di lokasi itu bernuansa politik. Apalagi saat ini Kota Semarang sedang mendekati masa-masa pilkada. “Itu pasti ada politisasinya. Kalau tidak, mana mungkin seperti itu. Wong sudah jelas itu lokasi larangan PKL, tapi kok dibangun shelter permanen seperti itu,” ucapnya.

Djoko berharap Pemkot Semarang tegas menerapkan setiap peraturan. Jika kawasan itu merupakan larangan PKL, hal itu harus ditegakkan. “Kalau itu diperbolehkan, PKL-PKL lain juga akan melakukan hal yang sama. Jangan-jangan nanti mereka akan kembali lagi ke kawasan Simpanglima untuk berjualan,” pungkasnya.

Andika prabowo
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
2 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
4 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
5 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
6 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
6 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
8 jam yang lalu
Infografis
Putin Isyaratkan Rudal...
Putin Isyaratkan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia akan Gempur Ukraina Lagi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved