Bahaya, Apel Tercemar Bakteri Terjual Bebas di Bone

Kamis, 29 Januari 2015 - 22:22 WIB
Bahaya, Apel Tercemar...
Bahaya, Apel Tercemar Bakteri Terjual Bebas di Bone
A A A
WATAMPONE - Dinas Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bone melakukan inspeksi mendadak di sejumlah supermarket, dan pedagang kaki lima, penjual buah-buahan di Kota Watampone, dan sejumlah pasar tradisional di Bone.

Inspeksi tersebut dilakukan untuk memantau distribusi dan penjualan buah apel terkait isu dua jenis apel impor yang diduga terkontaminasi bakteri berbahaya jenis listeria monocytogenes.

"Untuk menindaklanjuti imbauan Kementerian Perdagangan terkait larangan menjual apel hijau granny smith, dan apel merah gala," kata Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Bone Mulyati Kadir, kepada wartawan, Kamis (29/1/2015).

Sidak dilakukan di sejumlah pedagang kaki lima, di bilangan Jalan Besse Kajuara. "Apel hijau granny smith masih beredar atau diperjualbelikan di Kabupaten Bone," ungkapnya.

Walau demikian, penjual apel itu tidak diberikan sanksi. Begitupun dengan apel yang dijual tidak ditarik dari peredaran. Hal ini lantaran banyak pedagang yang belum mengetahui larangan itu.

"Kami hanya ingatkan kepada pedagang untuk tidak menjual apel itu, saya juga sudah minta nomor telepon distributor buahnya, agar apel jenis itu tidak dibawa lagi. Apelnya tidak disita, hanya kami bawa beberapa untuk diteliti," jelasnya.

Sementara itu, menurut sejumlah pedagang buah-buahan di Kota Watampone, mereka tidak mengetahui perihal dua jenis apel yang diduga terkontaminasi bakteri berbahaya tersebut.

Umumnya, pedagang buah di Jalan Besse kajuara menjual apel hijau granny smith. Apel jenis itu, dibeli setiap satu dusnya seharga Rp500 ribu, dan masih banyak beredar di pedagang.

Salah seorang pedagang, Hajja Juha (50) mengaku, dirinya tidak pernah diberitahu tentang adanya larangan tersebut. Makanya, saat dilakukan sidak, dirinya sempat mendebat petugas.

"Saya tidak tahu ada seperti itu, apel ini saya beli dari distributor buah yang datang dari Makassar. Semua penjual buah yang ada di sini jual apel hijau itu," pungkas Hajja Juha.
(san)
Berita Terkait
Razia Produk Makanan...
Razia Produk Makanan Berbahaya
5 Makanan Paling Berbahaya...
5 Makanan Paling Berbahaya di Dunia, Nomor 4 Lebih Beracun dari Sianida
Ini Bagian Tubuh Ular...
Ini Bagian Tubuh Ular yang Bisa Dikonsumsi Manusia
Ratusan Kilogram Makanan...
Ratusan Kilogram Makanan Berpengawet Mayat Dimusnahkan
Cegah Peredaran Makanan...
Cegah Peredaran Makanan Berbahaya, BPOM Sulbar Periksa Sampel Takjil
BPOM Tarik Peredaran...
BPOM Tarik Peredaran Es Krim Haagen-Dazs dari Pasaran
Berita Terkini
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
1 jam yang lalu
Kejati Jakarta Tetapkan...
Kejati Jakarta Tetapkan Tersangka Baru Perkara Proyek Fiktif di Kementerian PU, Negara Rugi Rp16 Miliar
2 jam yang lalu
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
3 jam yang lalu
Komitmen Perkuat UMKM...
Komitmen Perkuat UMKM dan Lapangan Kerja, Bupati Rudy Susmanto Raih Penghargaan Nasional!
3 jam yang lalu
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Polda Metro: Tak Serta Merta Penyidikan Jadi Tidak Sah
4 jam yang lalu
Bea Cukai Priok Musnahkan...
Bea Cukai Priok Musnahkan BDN dan BTD, Selesaikan Masalah Kontainer Longstay
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved