Demam Berdarah Serang 15 Kecamatan di Kabupaten Blitar

Kamis, 29 Januari 2015 - 17:52 WIB
Demam Berdarah Serang...
Demam Berdarah Serang 15 Kecamatan di Kabupaten Blitar
A A A
BLITAR - Penyakit demam berdarah dengeue (DBD) mewabah di 15 kecamatan Kabupaten Blitar. Di bulan Januari saja, ada 35 kasus DBD yang terjadi. Sementara mengacu gejala klinis, ada 119 laporan kasus yang mengarah pada suspect DBD.

Kendati demikian, pemkab Blitar belum perlu menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). "Belum perlu KLB. Lagipula penetapan KLB merupakan kewenangan kepala daerah," ujar Kasi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Eko Wahyudi, kepada wartawan, Kamis (29/1/2015).

Dalam rekap data dinkes, di Kecamatan Kanigoro ditemukan empat kasus DBD. Kemudian di Kecamatan Talun, Ponggok, Garum, dan Wonodadi, masing-masing tiga kasus.

Di Kecamatan Kesamben, dan Kecamatan Kademangan dua kasus, serta Kecamatan Panggungrejo, Binangun, Sanankulon, Udanawu, Nglegok, Selorejo, Wonotirto, dan Selopuro, masing masing satu kasus.

"Dibanding tahun 2014 di bulan yang sama, serangan DBD kali ini meningkat pesat," jelasnya.

Selain tiga kecamatan endemis, yakni Kesamben, Sanankulon, dan Srengat, kasus DBD juga muncul di wilayah yang sebelumnya tidak pernah terjadi kasus.

"Di bulan Januari tahun 2014, kasus DBD 11 kasus. Artinya, secara kuantitatif kasus 2015 ini lebih besar dan luas. Syukurlah hingga saat ini tidak ada korban jiwa, "terangnya.

Eko menyebut kasus tahun 2015 sebagai siklus lima tahunan. Menurutnya, kewaspadaan akan terus ditingkatkan hingga bulan Maret. Hal itu mengacu pengalaman musim hujan, diselingi panas akan berlangsung hingga dua bulan ke depan.

"Sosialisasi dan penyuluhan terkait prilaku sehat, dan kampanye Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) akan terus digiatkan," jelasnya.

Di luar itu, dinas juga akan melakukan pengasapan (fogging) dan abatisasi. Termasuk terhadap kasus chikungunya yang ditemukan di Kelurahan Sutojayan sebanyak 56 kasus.

Sebab anggaran untuk penanggulangan kasus DBD dan sejenisnya (2015) mencapai Rp600 juta setahun. Nominal tersebut jauh lebih besar, dibanding tahun 2014 yang hanya Rp150 juta.

"Dari total anggaran yang tersedia, separonya digunakan untuk program pramantik, yakni memberdayakan tenaga Pramuka sebagai pemantau jentik," pungkas Eko.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kabupaten Blitar Wasis Kunto Admojo berharap, penanganan kasus DBD dilakukan secara serius. Sebab dalam hal ini dinas terkait telah memperoleh alokasi anggaran penanggulangan yang tidak kecil.

"Jangan sampai lip service semata. Penanganan bersifat pasif dan baru aktif bergerak setelah kasus yang terjadi semakin parah," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
Peran Masyarakat dalam...
Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga dari Ancaman DBD
Takeda dan Alodokter...
Takeda dan Alodokter Berkolaborasi Melawan DBD di Indonesia
Angkak dan Sari Kurma...
Angkak dan Sari Kurma Bantu Trombosit Pasien DBD Naik? Ini Faktanya!
Saat Pendemi Covid-19,...
Saat Pendemi Covid-19, Ratusan Anak di Blitar Terserang DBD
Kolaborasi Kemenkes...
Kolaborasi Kemenkes dan Takeda Edukasi Pencegahan Dini untuk Tangkal DBD
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
10 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
11 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
11 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
17 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
18 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
19 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved