Faktor Ini yang Memicu Jakarta Tidak Nyaman

Kamis, 29 Januari 2015 - 13:46 WIB
Faktor Ini yang Memicu...
Faktor Ini yang Memicu Jakarta Tidak Nyaman
A A A
JAKARTA - Survei Economist Intelligence Unit (EIU) yang menyatakan Jakarta menjadi kota tidak aman diduga akibat arus urbanisasi yang begitu kuat.

Penilaian ini disampaikan pengamat sosial budaya dari Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati. Menurut Devie, ketika Jakarta menjadi kota tujuan mencari nafkah, maka konsekuensinya adalah arus urbanisasi meningkat.

Bersamaan dengan itu maka tingkat kriminalitas juga meningkat karena masyarakat yang tidak memiliki keahlian. Kaum urban yang terlanjur berada di Jakarta pun mencari alternatif guna memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Semua orang ke kota. Tapi, ketika ekpektasi mereka tidak sesuai maka mereka pun mencari caranya sendiri sehingga melakukan tindakan kriminalitas.Permasalahannya bukan pada kriminalitasnya tetapi efek dari urbanisasinya," kata Devie kepada wartawan di Depok.

Devie menuturkan, Jakarta hingga saat ini masih menjadi idola karena kota sekitar tidak mampu memberikan harapan yang cukup akan pemenuhan kebutuhan hidup. Sehingga masyarakat masih tetap bertahan dengan segala permasalahan Jakarta.

"Mereka mencoba beradaptasi dan akhirnya mencoba untuk memaklumi.Sudah banyak yang mengeluh tidak nyaman dengan Jakarta. Tapi faktanya kita terperangkap bersama-sama. Karena kita tahu persis wilayah di luar Jakarta sulit untuk mencari uang," papar dosen Vokasi UI itu.

Devie menjabarkan, Jakarta dengan segala permasalahan yang ada membuat warganya menjadi lebih egois. Maksudnya, mereka berupaya mendahulukan haknya dibandingkan kewajiban mereka.
Mereka menginginkan agar bisa lebih cepat sampai di tempat tujuan namun kondisi di lapangan membuat mereka terburu-buru.

"Kondisi inilah yang membuat masyarakat menjadi lebih emosional untuk bisa sampai di kantor. Mereka tahu mereka tidak nyaman tapi semua itu dicoba untuk dimaklumi," katanya. Devie menuturkan, kota yang nyaman bukan hanya dilihat dari warga yang bisa memiliki benda-benda secara materi saja. Misalnya, memiliki motor, mobil atau properti.

Namun mereka tidak memiliki kualitas yang baik dengan keluarga. "Faktor nonmateri juga menjadi pertimbangan mengapa sebuah kota disebut nyaman," ujarnya.
(whb)
Berita Terkait
Gangguan Keamanan Jakarta...
Gangguan Keamanan Jakarta Paling Banyak Dilaporkan melalui Kanal Pemprov DKI
Sambut Ramadhan, Rudenim...
Sambut Ramadhan, Rudenim Jakarta Perketat Keamanan
Pria Petugas Keamanan...
Pria Petugas Keamanan Tewas Dianiaya
Diciduk Polisi, Admin...
Diciduk Polisi, Admin Medsos Gang Anarcho Ternyata Mahasiswa di Kampus Ternama
Heru Temui Pangdam Jaya...
Heru Temui Pangdam Jaya Diskusi Keamanan Jakarta
Silaturahmi dengan Ormas,...
Silaturahmi dengan Ormas, Kapolres Jakpus Minta Bersama Jaga Kamtibmas
Berita Terkini
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
47 menit yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
51 menit yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
3 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
4 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
5 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
6 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved