Izin Alih Fungsi Lahan Pertanian Diperketat

Senin, 26 Januari 2015 - 11:44 WIB
Izin Alih Fungsi Lahan...
Izin Alih Fungsi Lahan Pertanian Diperketat
A A A
KARANGANYAR - Pemkab Karanganyar harus bekerja keras mempertahankan lahan pertanian agar tidak mudah beralih fungsi.

Pasalnya, lahan di daerah yang berada di pinggiran Kota Solo terus diburu untuk dijadikan pemukiman dan pabrik. Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan bahwa pihaknya cukup miris karena alih fungsi lahan di daerahnya tergolong pesat. Untukitu, aturanruangharus dikonsep sedemikian rupa agar daerah lumbung padi tidak mudah beralih fungsi menjadi permukiman atau pabrik.

Karanganyar selama ini merupakan salah satu daerah penyangga swasembada pangan nasional. Namun, upaya mempertahankan lahan pertanian tidak cukup dengan aturan. Pengamanan lahan lestari juga perlu dukungan dan kesadaran pemilik lahan. “Kami memperketat pengajuan izin alih fungsi. Pemilik lahan dihimbau untuk mempertahankan asetnya,” kata Juliyatmono kemarin.

Dia menegaskan program infrastruktur pertanian mendapat porsi penting dalam APBD. Bahkan, pembuatan saluran irigasi sesuai standar telah dimulai, sejalan dengan pendataan menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur pertanian. Pemerintah pusat juga telah membantu pembuatan saluran irigasi tersier untuk lahan 2.000 hektare.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbut) Karanganyar Supramnaryo menilai alih fungsi pada prinsipnya diperkenankan. Dengan catatan, izin lokasi dan izin lahan kering sudah dipenuhi. Izin lokasi diterbitkan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT).

Sementara izin lahan kering dikeluarkan Badan pertanahan Nasional (BPN). “Alih fungsi lahan juga harus sesuai RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah),” tandasnya. Pihaknya berharap BPPT dan BPN mengutamakan pentingnya swasembada pangan sebelum menyetujui alih fungsi lahan.

Tercatat, 19.790 hektare lahan produktif berupa sawah irigasi yang tersebar di 17 kecamatan. Lahan seluas itu ditargetkan mampu menghasilkan 284.000 ton gabah dengan angka surplus 100.000 ton.

Ary Wahyu Wibowo
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
33 menit yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
37 menit yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
1 jam yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
2 jam yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
3 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
11 jam yang lalu
Infografis
Pramono Izin Maju Pilkada...
Pramono Izin Maju Pilkada Jakarta, Jokowi Tertawa Terbahak-bahak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved