Warga Gugat Ganti Rugi Waduk Logung

Sabtu, 24 Januari 2015 - 03:06 WIB
Warga Gugat Ganti Rugi...
Warga Gugat Ganti Rugi Waduk Logung
A A A
KUDUS - Warga Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, resmi mengajukan gugatan hukum terkait ganti rugi yang ditetapkan panitia pembebasan tanah (P2T) Pemkab Kudus.

Langkah hukum ditempuh warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Korban Embung Logung (Forkoma Kembung), karena ganti rugi lahan untuk proyek Waduk Logung yang diajukan P2T dinilai cenderung merugikan.

Gugatan hukum ini dimasukkan ke Pengadilan Negeri (PN) Kudus, Jumat (23/1/2015) sore. Gugatan ini diajukan warga yang didampingi pengacara dari Posko Bantuan Hukum PN Kudus.

Sebelumnya, P2T menetapkan nominal ganti rugi adalah Rp28 ribu untuk tanah miring dan Rp31 ribu untuk tanah datar. Namun, warga meminta lahan mereka yang terkena Waduk Logung diganti tanah, bukan uang.

"Warga adalah petani yang hidupnya bergantung dari mengelola lahan. Kalau lahan diganti uang terus bagaimana kelanjutan nasib mereka. Kami juga mendesak ganti rugi atas segala jenis tanaman yang ada di atas lahan itu," kata Koordinator Forkoma Kembung, Harjono, Jumat (23/1/2015).

Seiring proses gugatan hukum ini, Harjono mendesak pemerintah maupun pelaksana proyek menghentikan aktivitas pembangunan di lokasi tapak Waduk Logung.

Sejak beberapa hari lalu, pelaksana proyek sudah mengerahkan sejumlah alat berat untuk mulai menggarap akses jalan dan lokasi peletakan batu pertama Waduk Logung yang rencananya dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo.

"Karena sudah ada gugatan maka berarti ada proses hukum atas kasus ini. Sehingga pembangunan yang saat ini sedang berjalan, yakni pembuatan jalan dan pengerukan di lokasi, harus dihentikan," jelasnya.

Harjono menegaskan, warga tak akan diam jika masih ada aktivitas alat berat di lokasi Waduk Logung. Pihaknya juga tidak akan segan-segan menduduki alat berat tersebut jika masih nekat melanjutkan aktivitasnya.

"Tindakan kami ada dasarnya. Gugatan itu tadi, mestinya pelaksana proyek bisa menghargai proses itu," jelasnya.

Bersama puluhan warga lainnya, pihaknya juga siap mendirikan posko di sekitar lokasi. Bahkan warga juga akan melengkapi diri dengan persenjataan seadanya, jika nantinya memang dibutuhkan.

"Kami siap membawa alat-alat berupa cangkul, linggis, sabit, dan lain sebagainya. Karena memang itu yang kami punya," tandasnya.
(zik)
Berita Terkait
Warga Lebak Banten Protes...
Warga Lebak Banten Protes Pembangunan Jembatan Lambat
Proyek Infrastruktur...
Proyek Infrastruktur Digencarkan dengan Terobosan Pembiayaan
TelkomGroup Berhasil...
TelkomGroup Berhasil Rampungkan Infrastruktur di Sumatra
Pembiayaan Infrastruktur...
Pembiayaan Infrastruktur Turun
Sarana Multi Infrastruktur...
Sarana Multi Infrastruktur Resmikan Fasilitas MCK Untuk Warga Desa Konga, NTT
BUMN Ini Tertarik Jajaki...
BUMN Ini Tertarik Jajaki Kerja Sama dengan Turki Bidang Infrastruktur
Berita Terkini
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
21 menit yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
39 menit yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalteng Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
56 menit yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
7 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
7 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
8 jam yang lalu
Infografis
Kabar 100 Warga Gaza...
Kabar 100 Warga Gaza Dikirim ke Indonesia Disangkal Kemlu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved