Penyidkan Korupsi Bansos di Kabupaten Bogor Perlu Mencontoh Cirebon

Selasa, 20 Januari 2015 - 06:13 WIB
Penyidkan Korupsi Bansos...
Penyidkan Korupsi Bansos di Kabupaten Bogor Perlu Mencontoh Cirebon
A A A
BOGOR - Penyidikan kasus dugaan korupsi dana bansos di Kabupaten Bogor tahun 2013 perlu mencontoh Kejari Sumber yang dikontrol Kejaksaan Agung (Kejagung) sehingga bisa menjadikan Wakil Bupati Cirebon Tasiya Soemadi sebagai salah satu tersangka.

Menurut Ketua Forum Mahasiswa Bogor (FMB) Rahmatullah, Kejagung diminta mengawasi penanganan korupsi bansos di Kabupaten Bogor agar kasusnya bisa segera dituntaskan.

Salah satunya dengan menurunkan tim dari Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) untuk memeriksa mantan pejabat di Kejari Cibinong terkait penanganan dugaan korupsi bansos di Kabupaten Bogor tahun anggaran 2013.

"Kami minta tim Jamwas Kejagung turun tangan memeriksa mengapa kasus ini tidak dituntaskan dan hanya menjerat Hj Rodiah saja, " ungkap Rahmatullah.

Pemuda ini juga mengaku mendengar rumor yang berkembang adanya dugaan gratifikasi dari pejabat Pemkab Bogor kepada pejabat Kejari beberapa waktu lalu saat Kajari dijabat Mia Aminati agar kasusnya tidak disidik.

"Tentunya informasi yang beredar ini harus diselidiki kebenarannya oleh tim Jamwas Kejagung agar tidak menjadi bola liar sehingga menjadi fitnah," ungkap Rahmat.

Penyaluran dana bansos tahun 2013 senilai Rp245,2 miliar di Kabupaten Bogor, kata Rahmatullah tidak hanya fiktif dan ganda. Diduga dana tersebut dipotong penerimaannya serta digelapkan.

Menurut Rahmatullah, pihaknya pernah memberikan data kepada Kejari Cibinong saat Kajari dijabat Mia Aminati namun nyatanya kasusnya tidak dituntaskan.

"Kami menduga ada pejabat yang terlibat, tapi malah dipetieskan. Karenanya Kejagung perlu turun memantau penanganan kasus ini," katanya.

Sementara Ketua Pergerakan Rakyat Bogor Ruhiyat Sujana mengaku sejak semula meragukan komitmen Kajari Cibinong saat dijabat Mia Aminati untuk mengusut tuntas kasus korupsi bansos tahun 2013 di Kabupaten Bogor.

"Karenanya saya minta Kajari Bambang Eko agar segera menuntaskan kasus bansos ini, " kata Ruhiyat.

Terpisah, Kapuspenkum Kejagung Toni Tribagus Spontana yang dihubungi Sindonews.com melalui melalui sambungan telepon tidak menjawab begitu juga saat di SMS terkait permintaan penanganan kasus bansos di Kabupaten Bogor agar penanganannya diawasi langsung oleh Kejagung.
(sms)
Berita Terkait
Mensos Juliari Batubara...
Mensos Juliari Batubara Menambah Jumlah Menteri yang Ditangkap KPK
Kerugian Negara Akibat...
Kerugian Negara Akibat Korupsi Bansos Jokowi Bertambah Jadi Rp250 Miliar
Strategi Mensos Risma...
Strategi Mensos Risma Menghindari Korupsi dalam Penyaluran Bansos
KPK Ungkap Isi Bansos...
KPK Ungkap Isi Bansos Presiden yang Dikorupsi dari Beras hingga Minyak Goreng
Cita Citata Siap Kembalikan...
Cita Citata Siap Kembalikan Honor Manggungnya Jika Diminta KPK
Korupsi Bansos Dibongkar...
Korupsi Bansos Dibongkar KPK: Beras Tidak Disalurkan ke Keluarga yang Berhak
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
58 menit yang lalu
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
1 jam yang lalu
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
2 jam yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
2 jam yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
3 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved