Enam Perusahaan di Bogor Ajukan Penangguhan UMK

Senin, 19 Januari 2015 - 23:19 WIB
Enam Perusahaan di Bogor...
Enam Perusahaan di Bogor Ajukan Penangguhan UMK
A A A
BOGOR - Sedikitnya enam perusahaan di Kota Bogor mengajukan penangguhan Upah Minimum Kota (UMK) Bogor. Penangguhan itu dilakukan lantaran para pengusaha masih melakukan penyehatan keuangan perusahaan.

Berdasarkan hasil revisi, UMK 2015 Kota Bogor ditetapkan Pemprov Jawa Barat naik 13 persen, dari Rp2.352.350 menjadi Rp2.658.155 yang ditetapkan Pemkot Bogor.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor Samson Purba menjelaskan, dari 759 perusahaan yang ada di Kota Bogor. Sebagaian perusahaan bergerak dalam bidang jasa dan kuliner, dan hanya 20 perusahaan yang bergerak dalam industri padat karya.

"Yang mengajukan penangguhan UMK itu seluruhnya enam perusahaan bidang padat karya. Mereka beralasan kondisi keuangan masih belum sehat," katanya kepada wartawan di Bogor, Jawa Barat, Senin (19/1/2015).

Pemkot sendiri telah melakukan audit terhadap enam perusahaan tersebut, dan telah melaporkan hasilnya kepada Pemprov Jabar. Hingga kini masih menunggu hasil audit, disetujui atau tidak.

"Hasil audit, kesehatan keuangan masing-masing perusahaan berbeda-beda. Sehingga ada yang ditangguhkan paling lama enam bulan, dan paling cepat tiga bulan, dan bila sudah melewati masa tersebut, maka perusahaan wajib memberikan upah sesuai UMK 2015," bebernya.

Tahun lalu, kata Samson, ada enam perusahaan yang disetujui melakukan penangguhan UMK. "Sebagian besar mengajukan juga di tahun lalu," ujarnya.

Pekan depan, perusahaan-perusahaan yang mengajukan penangguhan UMK sudah mendapatkan keputusan terkait penangguhan.

"Sehingga, pada masa upah Januari para pengusaha dapat mendapatkan kepastian," pungkasnya
(mhd)
Berita Terkait
Aksi Tolak Upah Minimum...
Aksi Tolak Upah Minimum DIY
Upah Minimum Provinsi...
Upah Minimum Provinsi Sulsel Ditetapkan Rp3.165.876
Daftar UMP 2026 di 36...
Daftar UMP 2026 di 36 Provinsi, Siapa Paling Besar?
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Bawa Boneka Pocong,...
Bawa Boneka Pocong, Buruh Gelar Aksi Unjuk Rasa Tolak UMP di Balai Kota DKI Jakarta
Beberapa Daerah Akan...
Beberapa Daerah Akan Tetap Naikan Upah Minimum Provinsi
Berita Terkini
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
49 menit yang lalu
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
53 menit yang lalu
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
1 jam yang lalu
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
2 jam yang lalu
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
4 jam yang lalu
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved